Salakan adalah desa di kecamatanTeras, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Salakan memiliki potensi baik dalam hasil alam seperti jagung dan pepaya maupun usaha mikro kecil dan menengah. Desa Salakan terletak di Daerah Kawasan Boyolali, yang terdiri dari 3 Rukun Warga (RW) dan 31 Rukun Tetangga (RT) yang merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Batas Wilayah
Sebelah Utara, Desa Teras Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali
Sebelah Selatan, Desa Tlawong Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali
Sebelah Barat, Desa Bangsalan Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali
Sebelah Timur, Desa Jenengan Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali
Penggunaan Lahan
Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Salakan digunakan secara produktif, hal ini menunjukkan bahwa di Desa Salakan memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk diolah. Luas lahan berupa sawah teknis seluas 163,7 ha, non teknis 5 ha, dan yang lainnya berupa pekarangan/pemukiman 70 ha, serta luasan lainnya adalah 21,6 ha.
Kepadatan Bangunan
Di desa Salakan merupakan kawasan permukiman yang memiliki kepadatan rendah, yakni pada angka 15 unit rumah setiap 1,5 hektarnya.
Pembagian wilayah
Pemandangan Desa Salakan
Desa Salakan terdiri dari beberapa dukuh antara lain:
Desa Salakan merupakan wilayah pedesaan yang terdiri dari 3 Kadus yaitu Kadus I terdiri dari 13 RT yang meliputi wilayah Dukuh Dodogan Cilik, Dodogan Gede, Salakan, Tegalpule, Dukuh dan Perumahan. Kadus II tediri dari 9 RT yang meliputi wilayah Dukuh Grabagan sebanyak 3 RT dan Barengan sebanyak 6 RT. Kadus III terdiri dari 9 RT yang meliputi wilayah Dukuh Barengan, Basiran, Banaran, Daleman, Sabrangan, Magersari dan Dukuh Plumutan. Menurut cerita turun menurun Desa Salakan merupakan penggabungan dari 2 desa yaitu Desa Salakan dan Desa Dalemen. Kantor Desa Daleman berada di Dukuh Daleman, sedangkan Kantor Desa Salakan berada di Dukuh Salakan. Dahulu di menurut cerita dari ada seorang penggawa dari Keraton Surakarta yang bernama Raden Selo Diningrat, yang diketahui menenpati wilayah Salakan bersama dengan bala prajuritnya. Raden Selo Diningrat dikenal sangat arif dan bijaksana dalam memimpin para prajuritnya. Raden Selo Diningrat bersama dengan isterinya yang bernama Raden Ayu Sumilir mempunyai 2 anak yaitu Raden Selo Yoga Diningrat dan Raden Selo Dono Diningrat. Kedua anak tersebut mempunyai watak yang sangat baik. Oleh Raden Selo Diningrat kedua putranya tersebut diberi amanat untuk memimpin wilayah Daleman dan Salakan. Kedua Desa tersebut berkembang beriringan tanpa adanya perselisihan serta masyarakatnya merasa aman, nyaman dan tenteram. Pada jaman Belanda karena keraton Surakarta mengahadapi perang melawan penjajah Belanda, Raden Selo Diningrat diperintahkan oleh raja Surakarta untuk kembali ke keraton membantu menghadapi penjajah Belanda. Raden Selo Diningrat bersama isteri dan anak keduanya yang bernama Raden Selo Yogo Diningrat beserta beberapa prajurit kembali ke keraton Surakarta. Sedangkan Raden Selo Dono Diningrat tetap tinggal Di Desa Salakan untuk memimpin Desa Salakan dan Desa Daleman. Raden Selo Dono Dingrat memimpin 2 desa hingga akhir hayatnya. Ketika wafat beliau dimakamkan di perbatasan antara Desa Salakan dan Desa Daleman. Hingga saat ini makamnya masih dipercaya sebagian orang merupakan makam pendiri Desa Salakan. Karena perkembangan jaman saat ini makamnya berada di pinggir jalan raya Sudimoro - Pengging. Hingga sekarang masih banyak orang sekitar atau pendatang yang berziarah ke makam tersebut. Setelah Raden Selo Dono Diningrat wafat keberadaan 2 desa tersebut digabung menjadi satu bernama Desa Salakan. Yang memimpin Desa Salakan adalah Raden Wiryo Atmo Martono yang merupakan salah satu keturunan dari Raden Selo Dono Diningrat. Kantor Desa Menempati rumah Raden Wiryo Atmo Martono. Yang berada di Dukuh Dodogan Gede. Raden Wiryo Atmo Martono memimpin Desa Salakan hingga -+ tahun 1960. Setelah Raden Wiryo Atmo Martono wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh anaknya yaitu Raden Atmojo Atmo Martono. (masyarakat lebih mengenal dengan nama Den Atmo Martono). Pada masa kepemimpinan Atmo Martono, sekitar tahun 1967 kantor Desa Dipindahkan ke tanah negara yang berada di pinggir sebelah utara Dukuh Dodogan Gede. Berdasarkan sejarah tersebut silsilah Kepala Desa yang pernah memimpin Desa Salakan dari jaman dahulu hingga saat ini adalah: