Dalam agama darmik, darsana (Dewanagari: दर्शन;,IAST:darśana,;arti: penampilan, penampakan,[1] pandangan, penglihatan) atau darsanam adalah penampakan atau penampilan mulia dari suatu dewa dan orang suci.[2]
Kata darśana merupakan istilah Sanskerta yang berakar dari kata दर्शन (dṛś) yang artinya 'melihat', 'memandang', visi, penampakan atau kemunculan.[1]
Definisi
Istilah darsana digunakan untuk menyatakan suatu "penampilan mulia" dari sosok yang disucikan, yang diyakini memberikan keberuntungan atau berkah bagi orang-orang yang menyaksikannya.[2] Istilah ini biasanya sepadan dengan teofani, yang artinya kewujudan atau penampakan dari sosok makhluk suci.[4]
Gyatso, Janet, ed. (1992). In the mirror of memory: reflections on mindfulness and remembrance in Indian and Tibetan Buddhism. Albany, NY: State University of New York Press. ISBN0791410773. OCLC24068984.
Harrison, Paul (1992). "Commemoration and identification in Buddhanusmṛti". Dalam Gyatso, Janet (ed.). In the mirror of memory: reflections on mindfulness and remembrance in Indian and Tibetan Buddhism. Albany, NY: State University of New York Press. ISBN0791410773. OCLC24068984.
Unno, Taitetsu (1993). "San-lun, T'ien T'ai, and Hua-yen". Dalam Takeuchi, Yoshinori; Bragt, Jan van (ed.). Buddhist spirituality: Indian, Southeast Asian, Tibetan, and early Chinese. World spirituality. New York: Crossroad. hlm.343–365. ISBN0824512774. OCLC27432658.