Sabiha menjadi tertarik pada dunia penerbangan ketika Atatürk mengajaknya menghadiri pembukaan sekolah terbang Turki pada tahun 1935. Ia menonton terjun payung pada acara itu, dan kemudian mempelajarinya. Namun, akhirnya ia menyadari bahwa ia lebih tertarik untuk menerbangkan pesawat. Ia segera dikirim ke Uni Soviet bersama tujuh koleganya yang semuanya laki-laki untuk belajar menerbangkan pesawat tempur, dan kemudian mendapat lisensi sebagai pilot.
Selama karier penerbangannya, Sabiha meraih 8000 jam terbang. 32 jam di antaranya merupakan misi pertempuran. Namanya kini diabadikan sebagai nama salah satu dari dua bandar udara terbesar di Turki.[2]