Sampai saat ini, SMA Negeri 106 Jakarta memiliki 21 rombongan belajar, yang terdiri atas 7 kelas untuk tingkat X, 7 kelas untuk tingkat XI, dan 7 kelas untuk tingkat XII.
Sejarah
SMAN 106 Jakarta diresmikan pada 20 November 1990 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Wiyogo Atmodarminto. Pada awalnya, sekolah ini bernama SMU Negeri Baru Pekayon, kemudian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0283/B/1991 tanggal 30 Mei 1991,[5] nama tersebut diubah menjadi SMU Negeri 106 Jakarta.
Sekolah ini berlokasi di Jalan Gandaria I, Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, dengan luas area sekitar 9.345 meter persegi. Pembangunan gedung SMA Negeri 106 Jakarta dilakukan dalam empat tahap, yaitu:
Membudayakan murid yang melaksanakan nilai-nilai religius. (dimensi beriman)
Meningkatkan kesadaran hukum, mematuhi tata tertib sekolah dan norma sosial bagi warga sekolah. (dimensi kewargaan)
Meningkatkan kompetensi komunikasi, kolaborasi, kreatif, dan bernalar kritis.
Meningkatkan peran serta warga sekolah dalam mengembangkan pengelolaan pendidikan yang menyenangkan. (dimensi komunikasi dan kolaborasi)
Membudayakan perilaku hidup mandiri, bersih dan sehat (dimensi kemandirian dan kesehatan)
Membudayakan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan keharmonisan warga sekolah.
Mengembangkan kemitraan dengan instansi terkait.
Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Meningkatkan wawasan dan daya saing global.
Akses Transportasi Umum
SMAN 106 Jakarta dapat dituju dengan angkutan umum berupa Mikrotrans dari Transjakarta. Mikrotrans tersebut memiliki kode rute JAK25.[7] Terdapat pemberhentian bus (bus stop) di SMAN 106 Jakarta yang dirancang dengan model pemberhentian untuk jalan kolektor dan jalan lokal. Sampai saat ini, bus stop masih belum memiliki stiker informasi untuk memudahkan pengguna transportasi umum.
Fasilitas
SMA Negeri 106 Jakarta memiliki berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar serta pengembangan minat dan bakat siswa. Fasilitas tersebut meliputi:
Laboratorium
Laboratorium Komputer, terdapat dua laboratorium komputer.
Laboratorium Fisika
Laboratorium Biologi
Laboratorium Kimia
Lapangan
Lapangan Basket
Lapangan Bulutangkis
Lapangan Voli
Lapangan Futsal
Sarana Penunjang Pembelajaran Lainnya
Perpustakaan
Unit Kesehatan Sekolah
Ruang Bimbingan Konseling
Koperasi
Mesin percetakan Printbox: Inventing
Ruang Audio Visual
Studio Musik
Ruang Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS)
Lainnya
Gazebo
Rumah Kaca
Taman
Tata Usaha
Meja layanan informasi/piket
Kantin
Masjid
Ruang Kristen
Parkir
Gudang
Pembelajaran Intrakurikuler
Pembelajaran di SMAN 106 Jakarta mengacu pada Kurikulum Merdeka. Mata Pelajaran yang diajarkan terdiri dari mata pelajaran umum dan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan perminatan siswa.[8]
Mata pelajaran berikut merupakan mata pelajaran pilihan yang diambil oleh peserta didik saat memasuki kelas XI dan digunakan secara berkelanjutan hingga kelas XII. Mata pelajaran ini menggantikan kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan/atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diajarkan pada kelas X.[8]
SMA Negeri 106 Jakarta menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik di bidang akademik maupun nonakademik.[9] Jenis kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia antara lain:
SMAN 106 Jakarta merupakan salah satu sekolah menengah atas negeri di Jakarta yang memiliki berbagai capaian prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Beragam penghargaan tersebut diperoleh melalui partisipasi peserta didik dalam kompetisi akademik maupun nonakademik, baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun lembaga independen.
Prestasi SMAN 106 Jakarta telah didokumentasikan sistematis dan transparan sejak tahun 2023 hingga saat ini[10]. Adapun beberapa prestasi yang diraih juga didokumentasi dan dikurasi dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT)[11].