Ruy López de Villalobos (pelafalan dalam bahasa Spanyol:[rujˈlopeθðeβiʝaˈloβos]; ca1500– 23 April 1546) adalah seorang penjelajah asal Spanyol yang memimpin upaya kolonisasi Filipina yang gagal dilaksanakan pada tahun 1544 sebagai penegasan kekuasaan Spanyol di wilayah tersebut menurut perjanjian Tordesillas dan Zaragoza. Ketika ia tidak mampu membiayai dan menghidupi awak kapalnya, dan tidak dapat meminta pasokan ulang dari Spanyol Baru karena kurangnya pengetahuan tentang angin dan arus di Samudra Pasifik, Villalobos meninggalkan misinya dan melarikan diri ke Kepulauan Maluku yang saat itu dikuasai Portugal, di mana ia meninggal dalam penjara. Ia dikenal dalam berbagai sumber sebagai orang yang menamakan pulau Leyte dan Samar sebagai "Las Islas Filipinascode: es is deprecated " pada tahun 1543 untuk menghormati putra mahkota Felipe, yang kemudian menjadi raja Felipe II. Nama tersebut kemudian diadopsi menjadi nama seluruh kepulauan yang dikuasai Spanyol di kemudian hari. Meski demikian, beberapa sumber lain menyebutkan bahwa yang menamakan kepulauan tersebut adalah salah satu kaptennya, Bernardo de la Torre.
Latar belakang
Ruy López de Villalobos lahir di Málaga, Spanyol kira-kira pada tahun 1505 sampai tahun 1510. Ia merupakan anggota dari keluarga bangsawan, di mana ayahnya merupakan orang terdekat Ferrando II dari Aragon. Villalobos kemungkinan menerima pengajaran ilmu hukum dan menjadi nelayan berpengalaman. Pedro de Alvarado, sesama penjelajah asal Spanyol, menyebutnya sebagai "seorang yang sangat ahli dan praktis dalam hal-hal kelautan".[1]
Ekspedisi ke Filipina
Plakat di Kota Málaga, Spanyol, yang menandakan Villalobos sebagai pemberi nama Filipina.
Villalobos ditugaskan oleh wizurai dari Spanyol Baru, Antonio de Mendoza, untuk melakukan ekspedisi ke Filipina, yang pada waktu itu dikenal oleh bangsa Spanyol sebagai "Pulau Barat" (Islas del Ponientecode: es is deprecated ). Kepulauan tersebut terletak di bagian barat jauh dan tepat di batas pembagian dunia di antara Imperium Spanyol dan Portugal menurut perjanjian Tordesillas dan Zaragoza. Imperium Spanyol membutuhkan kepulauan tersebut sebagai basis dagang menuju Kepulauan Maluku dan Tiongkok. Diharapkan juga melalui ekspedisi tersebut, kontrol Spanyol bisa diperluas hingga ke Maluku yang dikuasai oleh Hindia Timur Portugis.[2][3] Villalobos kemudian dipilih untuk memimpin armada ekspedisi karena ia memiliki hubungan dengan de Mendoza melalui pernikahan.[2]
Armada ekspedisi Villalobos berangkat dari Barra de Navidad, Jalisco, Spanyol Baru (yang sekarang menjadi bagian dari Meksiko) pada tanggal 1 November 1542. Ekspedisinya melibatkan 370–400 anak buah kapal dalam 6 kapal:[2]
San Jorge, kapal almiranta berjenis galiung yang dipimpin oleh Bernardo de la Torre dan dikemudikan oleh Alonso Fernández Tarifeño.[4]
San Anton (beberapa sumber menyebutnya San Antonio, San Felipe, atau Siete Galigos), kapal ketiga yang dipimpin oleh Francisco Merino dan dikemudikan oleh Francisco Ruiz.[4]
San Juan de Letrán, kapal keempat yang dipimpin oleh Alonso Manrique dan dikemudikan oleh Ginés de Mafra,[4] yang merupakan anggota dari ekspedisi Magelhaens.
San Cristóbal, kapal kelima berjenis galai yang dipimpin oleh Pedro Ortíz de Rueda (atau Yñigo Ortiz de Retez) dan dikemudikan oleh Antonio Corço.[4]
San Martín, kapal keenam berjenis fusta, dipimpin oleh Juan Martel dan dikemudikan oleh Cristóbal de Pareja.[4][a].[4]}}
Sebagian besar dari penumpang merupakan satu unit tentara serta sejumlah pria yang membawa budak kulit hitam dan sekitar 40 pria dan wanita Indian sebagai pelayan mereka.[4] Martín de Islares bertindak sebagai komisioner dan penerjemah, sementara Guido de Lavezaris, yang kemudian menjadi Gubernur Jenderal Filipina, bertindak sebagai bendahara armada. Maestre Anes (atau "Master Hans"), yang sebelumnya bergabung dengan ekspedisi Magelhaens dan Loaísam bertindak sebagai kepala penembak dan Gerónimo de Santisteban bertindak sebagai kepala pendeta dalam pelayaran, yang mencakup 3 imam Agustinian lainnya beserta 4 atau 5 orang diakon.[4]
Ekspedisi tersebut mulanya berjumpa dengan Kepulauan Revilla Gigedo di lepas pantai barat Spanyol Baru, termasuk menemukan Pulau Roca Partida untuk pertama kalinya. Pada tanggal 26 Desember 1542, armada tersebut mencapai kelompok pulau di Kepulauan Marshall, yang mereka sebut sebagai Kelompok Pulau Corales, yang kemungkinan merupakan Atol Wotje. Mereka menganggap kelompok kepulauan tersebut sebagai Kepulauan Los Reyes, yang pertama kali dipetakan oleh Álvaro de Saavedra, yang melakukan ekspedisi di tahun 1528. Mereka mendarat di salah satu gili dan menamainya San Esteban.[2] Mereka meninggalkan atol tersebut pada tanggal 6 Januari 1543 dan di hari sama menemukan beberapa pulau-pulau kecil di lintang yang sama dengan Corales, yang mereka beri nama Los Jardines,[2] yang saat ini dikenal sebagai Atol Kwajalein. Pada tanggal 23 Januari,[2] ekspedisi tersebut menemukan Pulau Fais di Kepulauan Caroline, yang mereka beri nama Pulau Matelotes.[b] Tiga hari kemduain ,mereka memetakan beberapa pulau yang baru ditemukan sebagai Kepulauan Los Arrecides, yang juga telah diidentifikasi sebagai Pulau-Pulau Yap, yang juga berada di Kepulauan Caroline.[5][6]
Menurut ahli geografi Oskar Spate, pandu maritim Juan Gaetan, yang oleh Lapérouse dicatat sebagai penemu Kepulauan Hawaii, juga merupakan bagian dari anak buah ekspedisi Villalobos.[7] Pelayaran Gaetan digambarkan dengan istilah serupa pada tahun 1753 dengan urutan pulau yang sama dalam ekspedisi Villalobos dan tidak ada identifikasi pulau lain yang diketahui pada saat catatan tersebut dibuat.[8] Pada tahun 1825, ahli geografi Portugis, Casado Giraldes, menyatakan bahwa Kepulauan Sandwich (atau Kepulauan Hawaii) ditemukan oleh Gaetan dalam ekspedisinya di tahun 1542 dan sama sekali tidak menyebutkan James Cook.[9]
Ketika armada tersebut akan mencapai Cebu, Villalobos mengabaikan saran pandunya dan memutuskan untuk mengarahkan kapal ke Mindanao.[3] Pada tanggal 2 Februari , armada mencapai timur laut Mindanao, yang menyebabkan armada terpapar oleh cuaca dari Samudra Pasifik dan terpisah dari arus pelayaran Tiongkok atau Melayu.[10] Terjebak di sana, mereka kemudian memperbaiki kapal mereka setelah pelayaran tersebut.[2] Pada waktu itu, Bernardo de la Torre[11] atau Villalobos[10] menamai Mindanao Cesarea Karoli (bahasa Latin:Caesarea Carolicode: la is deprecated ) untuk menghormati Kaisar HabsburgKarl V (atau Carlos I dari Spanyol). Karena kekurangan persediaan makanan Anak buah Villalobos terpaksa memakan larva, tanaman yang tidak diketahui jenisnya, kepiting darat, dan kadal abu-abu, yang menyebabkan awaknya banyak yang jatuh sakit dan mati akibat keracunan.[10] Setelah beberapa hari, armada tersebut mencapai Sarangani, di mana mereka kehilangan enam anak buah mereka saat menyerbu desa setempat. Pada saat itu, Bernardo de la Torre[12][13] atau Villalobos[10] menamai Pulau Leyte dan Samar dengan nama Filipina (bahasa Spanyol:Felipinascode: es is deprecated ) untuk menghormati putra mahkota Felipe, yang menjadi Raja Felipe II dari Spanyol.
Catatan
↑Dalam catatan yang masih tersisa, terkadang nama kapal Santiago juga digunakan untuk kapal San Cristóbal dan San Martín. Demikian juga dengan San Martín, yang kadan kala disalahnamakan sebagai San Cristóbal
↑Ketika armada Villalobos mencapai Pulau Fais, penduduk lokal mendatangi kapal-kapal mereka dengan kano dan membuat tanda salib seraya mengatakan "Buenos días, matelotes!code: es is deprecated " ("Selamat siang, pelaut!") dalam bahasa Spanyol atau Portugis, yang kemungkinan disebabkan oleh pengajaran misionaris yang dilakukan oleh António Galvão.[3]
Cholmondeley, Lionel Berners (1915), The History of the Bonin Islands..., London: Constable & Co.
Coello, Francisco (1885), La Cuestión de las Carolinas: Discursos Pronunciados en la Sociedad Geográfica de Madrid... (dalam bahasa Spanyol), Madrid: Imprenta Fontanet.
Dobson, Sebastian (June 1998), "A Chronology of the Bonin Islands", Nihongo Kenkyu Sentaa Hokoku [Reports of the Japanese Language Research Center], vol.6, hlm.21.
Nuval, Leonard Q.; etal. (1986), The Claretians in the Philippines, 1946–1986, Claret Seminary Foundation.
Quanchi, Max (2005), Historical Dictionary of the Discovery and Exploration of the Pacific Islands, Scarecrow Press, ISBN0810853957.
Scott, William Henry (1985), Cracks in the Parchment Curtain, New Day Publishers, ISBN971-10-0073-3.
Sharp, Andrew (1960), The Discovery of the Pacific Islands, Oxford: Oxford University Press.
Shaw, Carlos Martinez. "Ruy Lopez de Villalobos". Real Academia de la Historia (dalam bahasa Spanish). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)