Senyawa ini biasanya dibuat melalui oksidasi rutenium(III) klorida. Kristal tunggal RuO2 yang hampir stoikiometris dapat diperoleh melalui transpor uap kimia, dengan menggunakan O2 sebagai agen transpornya:[4][5]
RuO2 + O2⇌ RuO4
Lapisan RuO2 dapat dibuat melalui pengendapan uap kimia (chemical vapor deposition, CVD) dari senyawa rutenium yang mudah menguap.[6] RuO2 juga dapat dibuat melalui penyepuhan dari suatu larutan rutenium(III) klorida.[7]
Hidrosol rutenium(IV) oksida hidrat murni yang distabilkan secara elektrostatik telah dibuat dengan memanfaatkan reduksi otokatalitik rutenium(VIII) oksida dalam larutan berair. Populasi partikel yang dihasilkan dapat dikontrol agar terdiri dari bola-bola seragam yang secara substansial monodispersif dengan diameter dalam kisaran 40–160nm.[8]
Kegunaan
Rutenium(IV) oksida digunakan sebagai komponen utama dalam katalis proses Deacon–Sumitomo yang menghasilkan klorin melalui oksidasi hidrogen klorida.[9][10]
RuO2 banyak digunakan untuk pelapisan anoda titanium untuk produksi klorin secara elektrolitik serta untuk pembuatan resistor atau sirkuit terpadu.[11][12] Resistor rutenium oksida dapat digunakan sebagai termometer sensitif pada rentang suhu 0,02< T< 4K. Rutenium oksida juga dapat digunakan sebagai material aktif dalam superkapasitor karena memiliki kemampuan transfer muatan yang sangat tinggi. Rutenium oksida memiliki kapasitas penyimpanan muatan yang besar ketika digunakan dalam larutan berair.[13] Kapasitas rata-rata rutenium(IV) oksida telah mencapai 650F/g ketika berada dalam asam sulfat dan dianil pada suhu di bawah 200°C.[14] Dalam upaya untuk mengoptimalkan sifat kapasitifnya, penelitian sebelumnya telah mengamati hidrasi, kristalinitas dan ukuran partikel rutenium oksida.
Referensi
↑Mills, Andrew (1989). "Heterogeneous redox catalysts for oxygen and chlorine evolution". Chemical Society Reviews. 18. Royal Society of Chemistry (RSC): 285. doi:10.1039/cs9891800285. ISSN0306-0012.
↑Wells, A. F. (1975), Structural Inorganic Chemistry (Edisi 4), Oxford: Clarendon Press
↑Schäfer, Harald; Schneidereit, Gerd; Gerhardt, Wilfried (1963). "Zur Chemie der Platinmetalle. RuO2 Chemischer Transport, Eigenschaften, thermischer Zerfall". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie (dalam bahasa Jerman). 319 (5–6). Wiley: 327–336. doi:10.1002/zaac.19633190514. ISSN0044-2313.
↑Rogers, D. B.; Butler, S. R.; Shannon, R. D. (1972). "Single Crystals of Transition-Metal Dioxides". Inorganic Syntheses. Vol.XIII. hlm.135–145. doi:10.1002/9780470132449.ch27. ISBN9780470132449.
↑Pizzini, S.; Buzzanca, G.; Mari, C.; Rossi, L.; Torchio, S. (1972). "Preparation, structure and electrical properties of thick ruthenium dioxide films". Materials Research Bulletin. 7 (5). Elsevier BV: 449–462. doi:10.1016/0025-5408(72)90147-x. ISSN0025-5408.
↑McMurray, H. N. (1993). "Uniform colloids of ruthenium dioxide hydrate evolved by the surface-catalyzed reduction of ruthenium tetroxide". The Journal of Physical Chemistry. 97 (30): 8039–8045. doi:10.1021/j100132a038.
↑Vogt, Helmut; Balej, Jan; Bennett, John E.; Wintzer, Peter; Sheikh, Saeed Akbar; Gallone, Patrizio (15 Juni 2000), "Chlorine Oxides and Chlorine Oxygen Acids", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Weinheim, Germany: Wiley-VCH Verlag GmbH & Co. KGaA, doi:10.1002/14356007.a06_483, ISBN3527306730
↑Seki, Kohei (29 Mei 2010). "Development of RuO2/Rutile-TiO2 Catalyst for Industrial HCl Oxidation Process". Catalysis Surveys from Asia. 14 (3–4). Springer Science and Business Media LLC: 168–175. doi:10.1007/s10563-010-9091-7. ISSN1571-1013. S2CID93115959.
↑De Nora, O. (1970). "Anwendung maßbeständiger aktivierter Titan-Anoden bei der Chloralkali-Elektrolyse". Chemie Ingenieur Technik. 42 (4). Wiley: 222–226. doi:10.1002/cite.330420417. ISSN0009-286X.