Film ini dibuka dengan adegan sekelompok orang berkumpul di sebuah perbukitan, masing-masing memegang teropong. Mereka dipandu oleh seseorang yang memberi tahu bahwa “film”—sebuah pertunjukan langsung—telah dimulai. Melalui teropong, para penonton itu menyaksikan sebuah ban mobil bekas tiba-tiba bergerak sendiri. Tak hanya itu, ban tersebut juga bisa berpikir layaknya manusia tetapi tidak bisa berbicara. Sang Ban Mobil ini bernama Robert, ia mempunyai kekuatan telekinesis yang hebat. Ia bisa menghancurkan benda/makhluk terdekat dengan pikirannya saja.
Robert mulai menunjukkan kemampuannya dengan membunuh beberapa hewan secara brutal. Robert memulai petulangannya dengan membuntuti seorang gadis cantik ke sebuah penginapan, yang kemudian menyebarkan banyak pembunuhan di sepanjang perjalanannya. Di sepanjang perjalanannya, siapa pun yang dianggap sebagai ancaman atau sekadar mengganggu, langsung dibunuh. Pada awalnya, Robert bertindak berdasarkan naluri seperti pemangsa, membunuh demi bertahan hidup sembari menguntit gadis yang membuatnya penasaran. Namun lama kelamaan ia menyadari bahwa manusia adalah lawan yang paling mematikan bagi kelangsungan dirinya. Robert pun kemudian membangkitkan ban-ban lainnya dan membentuk pasukan ban kematian.
Efek pergerakan ban dalam film ini dikerjakan menggunakan efek praktis seperti kendali jarak jauh. Sutradara Quentin Dupieux menyebutkan bahwa karena ban secara alami “kosong” di bagian dalamnya, membuat ban yang dikendalikan dari jarak jauh cukup sulit karena “mekanismenya sulit disembunyikan.” Untuk adegan kepala meledak, efek CGI digunakan; sebelumnya Dupieux mencoba efek praktis saat pengambilan gambar, tetapi hasilnya tidak memuaskan baginya.[3]
Saat proses penulisan, karakter ban yang bernama Robert awalnya dirancang sebagai penjahat murni tanpa sisi baik sedikit pun. Namun ketika proses syuting berlangsung, Dupieux menyadari bahwa pendekatan tersebut kurang tepat, dan ia merasa “tidak ada yang jahat dari sebuah ban,” sebagian karena hasil uji kamera awal. Akhirnya, karakter Robert diubah menjadi sosok yang “mirip seperti anjing bodoh”.[4] Film animasi WALL-E (2008), khususnya babak pertamanya, juga menjadi salah satu inspirasi untuk karakter Robert.[3]
Film ini diawali dengan Letnan Chad yang menyampaikan pidato tentang bagaimana dalam film, berbagai kejadian sering terjadi “tanpa alasan.” Dupieux mengungkapkan bahwa ia memang ingin memasukkan pidato tersebut karena ia tidak tertarik menjelaskan bagaimana ban itu bisa hidup, meskipun ia tahu penonton mungkin mengharapkan penjelasan semacam itu. Elemen metanaratif dalam film ini muncul secara alami, karena Dupieux cepat merasa bosan menulis tentang ban pembunuh. Ia juga terinspirasi sebagian dari pengalamannya menyelinap ke sebuah bioskop yang memutar film sebelumnya, Steak, dan mendapati bahwa tak ada satu pun penonton di dalamnya, yang ia akui sebagai pengalaman yang “cukup menyeramkan”.[3]
Rilis
Film ini ditayangkan pada tanggal 15 Mei 2010, di Cannes Critic's Week.[5] Setelah film ini ditayangkan di Cannes, film ini diambil untuk distribusi AS oleh Magnet Releasing.[6]Rubber melakukan pemutaran perdana di luar Prancis pada tanggal 9 Juli 2010, di Festival Fantasia.[7]
Rubber ditayangkan di Festival Film Sitges dan mendapat sambutan positif.[8] Film ini ditayangkan di Toronto pada Festival Film After Dark. Majalah Fangoria menyatakan bahwa film ini "sangat memecah belah" reaksi penonton dengan mengatakan bahwa Rubber mendapat "tawa dan tepuk tangan meriah sekaligus satu-satunya cemoohan yang didengar oleh Fango di festival tersebut".[9]
Penerimaan
Film ini menerima ulasan yang umumnya beragam hingga positif dari para kritikus. Rotten Tomatoes memberinya peringkat 69% berdasarkan 87 ulasan, dengan skor rata-rata 6,10/10. Kesimpulan situs tersebut berbunyi: "Premis yang cerdas menghasilkan banyak darah dan kekerasan komikal tetapi terhambat oleh beberapa teknik penceritaan yang dipertanyakan dari sutradara Quentin Dupieux".[10]IndieWire menyebut film ini "salah satu eksperimen genre paling aneh dalam beberapa waktu terakhir" dan bahwa film ini "mulai terasa melelahkan sekitar menit ke-60, tapi tak bisa menyalahkan Dupieux karena telah mencobanya".[11]
Di luar Cannes, film ini mendapat sambutan positif di festival film lainnya. Twitch Film memberikan ulasan positif dengan mengatakan bahwa film ini "direkam, diberi skor, dan dirancang dengan sempurna", dan "film ini adalah kekonyolan intelektual tingkat tinggi dalam film B kelas rendah".[12]Huffington Post menulis bahwa Quentin Dupieux "berhasil menciptakan film horor yang menghibur, terkadang bahkan menegangkan, dari rekaman yang ia olok secara ringan. Hasilnya adalah parodi yang sangat cerdas yang sekaligus konyol, populis seperti film kelas B yang agak murahan tetapi berkelas seperti teater absurd".[13]
The Telegraph menulis ulasan negatif tentang film tersebut, dengan mengatakan "Bagaimana mungkin film ini tidak menjadi luar biasa? Dengan cara, dalam durasi 85 menit, terasa satu jam terlalu panjang. Dengan menjadi film yang angkuh alih-alih menjadi film murahan yang menyenangkan. Dan dengan membuang terlalu banyak waktu pada dialog membosankan yang merayakan filosofi ‘Tanpa Alasan’-nya".[14]Variety juga memberikan ulasan negatif, dengan mengatakan bahwa Rubber "tidak menakutkan, tidak lucu, dan juga tidak sepintar yang dibayangkan, film ini menawarkan sedikit alasan bagi penonton untuk ingin menontonnya di luar premis satu leluconnya".[5] Will Leitch dari The Projector menyimpulkan ulasannya dengan menyatakan bahwa Rubber adalah "film tentang bagaimana menonton film itu sendiri adalah hal yang bodoh", dan memberikan film tersebut nilai D.[15]
Namun, produser Gregory Bernard memberikan pandangan positif: “Kami sangat beruntung bisa mendapatkan begitu banyak perhatian untuk film sekecil ini. Kami berdua mengambil risiko – [Quentin] secara artistik, saya dalam produksi – dan kenyataannya kami, secara umum, mendapat respons yang sangat positif dari publik; kami memiliki penonton yang benar-benar menyukainya”.[16]
↑Hopewell, John; Mayorga, Emilio (11 October 2010). "'Neon,' 'Kidnapped' shine at Sitges". Variety (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 28 May 2020. Diakses tanggal 28 May 2020.