Royal Artillery MemorialRoyal Artillery Memorial, Desember 2022.
Royal Artillery Memorial adalah salah satu monumen Perang Dunia I yang paling terkenal dan paling berpengaruh di Britania Raya, terletak di Hyde Park Corner, London. Monumen ini dirancang oleh Charles Sargeant Jagger, seorang pematung veteran Perang Dunia I yang terkenal dengan gaya realisme kasarnya (brutal realism),[1] dengan dukungan arsitektur dari Lionel Pearson. Monumen tersebut diresmikan pada tahun 1925 dan dipersembahkan untuk mengenang 49.076 prajurit Korps Artileri Kerajaan (Royal Artillery) yang gugur selama Perang Dunia I.[2]
Sejarah
Perang Dunia I, terutama di Front Barat, ditandai oleh pertempuran posisi dan perang parit yang panjang. Dalam kondisi demikian, artileri memainkan peran sentral sebagai kekuatan penghancur utama—dengan bombardemen besar-besaran yang menentukan jalannya banyak operasi. Namun, setelah perang berakhir, masyarakat Inggris pada umumnya enggan menghadirkan kembali simbol-simbol kekerasan atau peralatan perang dalam monumen peringatan. Contoh paling berpengaruh adalah The Cenotaph[3] karya Edwin Lutyens, yang sepenuhnya mengandalkan bentuk arsitektur murni dan simbolisme abstrak.
Menyadari pentingnya peran korps artileri dan adanya ketidakpuasan terhadap monumen-monumen perang sebelumnya, Royal Artillery War Commemoration Fund (RAWCF) dibentuk pada tahun 1918. Mereka awalnya mengundang beberapa arsitek terkemuka, tetapi syarat utama mereka—bahwa monumen harus menampilkan representasi visual artileri—tidak dapat dipenuhi secara memuaskan oleh para perancang tersebut.
Akhirnya RAWCF beralih kepada Charles S. Jagger, seorang pematung yang membawa perspektif seorang prajurit yang benar-benar mengalami perang. Jagger menerima pendekatan realisme yang tanpa kompromi, dan ia merancang monumen yang menampilkan perang sebagaimana adanya: keras, berat, dan manusiawi.
Deskripsi Monumen
Monumen ini berdiri di atas dasar berbentuk salib (cruciform base) dari batu Portland stone, dengan pusatnya berupa patung howitzer (meriam artileri medan) berukuran sepertiga lebih besar dari ukuran aslinya. Jagger memahatnya berdasarkan sebuah howitzer nyata yang ia pelajari di Imperial War Museum, memastikan keakuratan teknisnya.[4]
Di ujung keempat lengan salib terdapat patung-patung prajurit artileri:
Sisi selatan (depan): seorang perwira yang mengawasi medan
Sisi timur: seorang pembawa proyektil (shell carrier)
Sisi barat: seorang pengemudi (driver)
Sisi utara (belakang): seorang prajurit yang tewas, digambarkan berbaring dengan wajah tertutup
Panel-panel relief di sisi dasar monumen menggambarkan adegan-adegan pertempuran dan kehidupan pasukan artileri di medan perang. Gaya Jagger menekankan ketelitian anatomi, detail peralatan perang, dan ekspresi emosional yang kuat.[3]
Tanggapan publik
Kontroversi
Ketika monumen ini diresmikan, gaya realisme Jagger menimbulkan kontroversi. Beberapa kritikus menganggap penggambaran prajurit mati terlalu gamblang dan tidak sesuai dengan cita rasa memorial perang yang biasanya lebih simbolis atau idealis. Ada juga yang menilai bahwa howitzer sebagai objek fisik tidak cocok untuk diterjemahkan ke dalam pahatan batu berskala besar.[5]
Penerimaan
Namun, banyak veteran dan anggota publik menyambut positif monumen tersebut. Bagi mereka, monumen ini terasa jujur—tidak memuliakan perang, tetapi menghormati mereka yang mengalaminya. Seiring waktu, pandangan umum bergeser, dan monumen ini kini dipandang sebagai mahakarya Jagger serta salah satu monumen perang terbaik di Inggris.
Restorasi
Monumen ini diresmikan pada 18 Oktober 1925 oleh Pangeran Arthur, Duke of Connaught, seorang tokoh senior keluarga kerajaan Inggris. Setelah Perang Dunia II, dedikasi tambahan ditambahkan untuk menghormati 29.924 anggota Royal Artillery yang tewas dalam konflik tersebut.[6]
Pada tahun 2011, monumen menjalani restorasi besar setelah menderita kerusakan akibat cuaca dan rembesan air. Kini, monumen ini berstatus Grade I listed building, menunjukkan nilai sejarah dan arsitektural tertingginya. Pengelolaannya berada di bawah English Heritage, dan kawasan Hyde Park Corner telah menjadi lokasi berbagai monumen militer lainnya.[6]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.