Sejarah
Turnamen Rotterdam Open pertama kali diselenggarakan pada tahun 1972 di Rotterdam Ahoy, menandai dimulainya salah satu turnamen tenis indoor terkemuka di Eropa. Turnamen ini tidak diselenggarakan pada tahun 1973, tetapi kembali pada tahun berikutnya dengan ABN AMRO sebagai sponsor utama, sebuah kemitraan yang berlanjut hingga saat ini. Selama tahun 1970-an, turnamen ini menjadi bagian dari World Championship Tennis (WCT) Series, pendahulu dari Tur ATP modern. Selama dekade-dekade berikutnya, turnamen ini mengukuhkan posisinya sebagai acara penting dalam kalender profesional, dikenal karena lapangan indoor hard-court yang kuat dan organisasi profesionalnya.
Pada tahun 1990, Rotterdam Terbuka menjadi bagian dari Tur ATP yang baru dibentuk, awalnya di bawah kategori ATP World Series, sebelum dinaikkan pada tahun 2009 ke seri Tur ATP 500, menjadikannya acara ATP tingkat tertinggi yang diadakan di Belanda. Turnamen ini selalu dimainkan di lapangan keras indoor di Rotterdam Ahoy dan secara tradisional dijadwalkan pada bulan Februari, setelah Australia Terbuka. Pada tahun 2021, turnamen ini dipindahkan ke bulan Maret dan dimainkan tanpa penonton akibat pandemi COVID-19, yang menunda dimulainya musim dan Australia Terbuka selama sebulan.
Hadiah uang dan jumlah penonton telah meningkat secara signifikan seiring waktu—dari sekitar USD 12.000 untuk pemenang pada tahun 1970-an menjadi lebih dari EUR 400.000 pada tahun-tahun terakhir. Di antara pemegang rekor turnamen ini adalah Arthur Ashe, yang memenangkan tiga gelar tunggal (1972, 1975, 1976), dan Roger Federer, yang menyamai rekor tersebut dengan gelar ketiganya pada 2018 setelah kemenangan sebelumnya pada 2005 dan 2012. Federer juga pernah memenangkan gelar ganda dua kali. Saat ini, Rotterdam Terbuka dianggap sebagai salah satu turnamen indoor paling prestisius dan kompetitif di Tur ATP.