Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. Bantulah dengan memberikan referensi yang lebih baik atau dengan memeriksa apakah referensi telah memenuhi syarat sebagai referensi tepercaya. Referensi yang tidak benar dapat dihapus sewaktu-waktu.
Sebelum perang, Garros telah dikenal sebagai penerbang terkemuka. Tahun 1913, ia melakukan penerbangan nonstop pertama menyeberangi Laut Mediterania. Tahun berikutnya ia bergabung dengan angkatan bersenjata saat Perang Dunia I pecah. Setelah melaksanakan beberapa misi, ia berkata bahwa menerbangi pesawat dan menembak musuh sulit dilakukan pada waktu yang bersamaan, maka iapun memasang senjata api di depan pesawatnya agar kedua hal tersebut dapat dilakukan secara bersamaan. Untuk melindungi baling-baling pesawat dari pelurunya, ia memasang pasak besi di baling-balingnya. Dimulai pada tanggal 1 April1915, ia menembak jatuh tiga pesawat Jerman dan segera mendapatkan reputasi yang sangat baik.
Pada 18 April1915, pesawatnya ditembak jatuh dan berhasil mendarat di wilayah Jerman. Setelah meneliti pesawatnya, tim yang dipimpin Anthony Fokker merancang sebuah sistem yang diperbaharui yang disebut gigi pengacau (interrupter gear). Berkat penemuan ini, pesawat-pesawat Fokker mampu membalikkan keadaan karena dapat menembak jatuh pesawat-pesawat musuh.
Garros melarikan diri dari penjara tahanan perang di Jerman pada Februari 1918 dan bergabung kembali dengan pasukan Prancis. Pada 5 Oktober1918, ia ditembak lagi dan tewas dekat Vouziers.