Kelurahan in Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Terdapat dua pendapat mengenai asal-usul nama Roa Malaka. Pendapat pertama, asalnya adalah dari kata "rawa" dan "pohon malaka" (Phyllanthus emblica).[5] Kawasan ini dahulu memang adalah daerah yang berawa-rawa, sedangkan pohon malaka dapat tumbuh di dataran rendah.
Pendapat kedua, Roa Malaka adalah dari kata bahasa PortugisRua Malaka (artinya "Jalan Malaka").[5] Kawasan ini pernah menjadi tempat pemukiman tawanan Portugis di Batavia, yang ditawan oleh Belanda setelah mereka berhasil merebut Kota Malaka dari tangan Portugis pada 1 Januari 1641. Di antara tawanan perang tersebut terdapat pula mantan Gubernur Malaka, Dom Luís Martins de Sousa Chichorro. Tempat tawanan perang itu dalam bahasa Belanda dinamakan Jonkersgracht (artinya "Jalan Bangsawan"), lambat laun disebut Rua Malaka, dan akhirnya menjadi Roa Malaka.
Demografi
Pada tahun 2016, Kelurahan ini dihuni oleh 4.047 penduduk yang terbagi dari 1.974 laki-laki dan 2.020 perempuan dengan seks rasio 100 dan 1.502 kepala keluarga.[1] Angka berbeda ditunjukkan pada laporan yang sama, sebesar 3.943 penduduk.^