Tahun 1906, Rio Grande Land and Irrigation Company melakukan pengalihan Rio Grande (Río Bravo del Norte) tanpa izin, yang memindahkan 413 ekar (165 ha) tanah, termasuk Rio Rico, di selatan sungai. Perusahaan ini kemudian didenda, tetapi pengalihan sungai boleh ditunda asalkan perusahaan ini menempatkan marka batas, yang tak pernah dilaksanakan.
Tanah ini sekarang secara fisik berada di selatan Rio Grande—perbatasan antara Meksiko dan AS sejak 1845—dan pihak Meksiko mengontrol wilayah ini, yang kemudian dikenal sebagai Horcón Tract. Tetapi, sejak batasnya berubah karena perubahan sengaja dan bukan alami, hukum internasional menyatakan bahwa tanah ini masih menjadi teritori AS, fakta yang tidak dipersengketakan. Sejenis kota resor muncul di sana selama 1920-an dan 1930-an, dengan minuman alkohol gratis dan perjudian.
AS memberikan teritori ini kepada Meksiko dengan Perjanjian Perbatasan 1970, dan dianeksasi secara resmi oleh negara bagianTamaulipas. Pemberian dilakukan tahun 1977. Setelah seorang penduduk lokal mengirim tuntutan hukum untuk mencegah United States Immigration and Naturalization Service mendeportasinya, pengadilan AS menyatakan bahwa semua penduduk yang lahir di kota itu antara 1906 dan 1977 dapat memperoleh kewarganegaraan AS.[1]