Rimbo Bujang adalah kecamatan yang paling maju di Wilayah Kabupaten Tebo dahulu Kabupaten Bungo Tebo. Ibu kota Rimbo Bujang berada di Unit 2 Wirotho Agung. Dengan jumah penduduk paling tinggi, dan tingkat pendidikan yang tinggi pula.
Rimbo Bujang menjadi tempat percontohan Eks Lokasi Transmigrasi yang berhasil. Transmigrasi dari Jawa datang pertama di Rimbo Bujang pada tanggal 9 Desember 1975 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Sebelum dimekarkanya Kecamatan Rimbo Bujang merupakan bagian dari Kecamatan Tebo Ulu. Lalu, pada tanggal 22 Oktober 1991 dikeluarkanlah Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 1991 oleh Presiden Soeharto tentang Pembentukan Kecamatan Batin XXIV, Muaro Sebo, dan Pemayung di Kabupaten Batanghari, Kecamatan Jujuhan, Tanah Sepenggal, dan Rimbo Bujang di Kabupaten Bungo Tebo, Kecamatan Pengabuan, Mendahara, dan Rantau Rasau di Kabupaten Tanjung Jabung.
Tahun 2003, kecamatan Rimbo Bujang dimekarkan menjadi Kecamatan Rimbo Ulu, Rimbo Ilir yang wilayahnya merupakan bagian dari Kecamatan Rimbo Bujang sesuai Perpu Nomor 60 Tahun 1991 bersama dengan Kecamatan Tengah Ilir.
Pendidikan
Kecamatan ini memiliki lembaga pendidikan negeri dan swasta dari tingkat TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK sampai Perguruan Tinggi. Kecamatan terpadat di Tebo ini juga memiliki banyak Pondok Pesantren sebagai berikut.
Kelompok Bermain
KB AL INAYAH, KB Al Istiqomah, KB An- Nisa, KB ARUM SARI, KB CERDAS CERIA, KB HARAPAN JAYA, KB MAWAR BERSEMI, KB MELATI PUTIH, KB MELATI PUTIH 1, KB MUTIARA HATI, KB NURUL QOLBY, KB RATU INTAN, KB RAUDHATUL JANNAH, KB YOGA SARI, KB. DARUSSALAM, KB. HERLINA, KB. SYAFA MARWA, KB. THORIQUL JANNAH
Taman Kanak Kanak
TK BUSTANUL ATHFAL AISYIYAH, TK KASIH IBU, TK MIFTAHUL HUDA, TK PELITA HARAPAN, TK PERTIWI 1 C, TK PERTIWI I A, TK PERTIWI I B, TK PERTIWI II A, TK PERTIWI II B, TK PERTIWI III A, TK PERTIWI IV A, TK PERTIWI IV B, TK PERTIWI IV C, TK PERTIWI V A, TK PERTIWI V B, TK PERTIWI VII A, TK PERTIWI VII B, TK PERTIWI VII C, TK TERPADU IQRO, TK TUNAS HARAPAN, TKN TIRTA KENCANA, TPA RAUDHATUL JANNAH
Tahun 2009 Rimbo Bujang mulai menampakkan jati dirinya di dunia Nasional sebagai Nominator Lomba Posyandu Tingkat Nasional. Terdiri dari 1 kelurahan 7 desa yaitu: Desa Perintis, Kelurahan Wirotho Agung, Desa Rimbo Mulyo, Desa Purwoharjo, Desa Tegal Arum, Desa Tirta Kencana, Desa Sapta Mulia dan Desa Pematang Sapat.
Desa maupun kelurahan di Rimbo Bujang juga dikenal dengan sebutan unit-unit, unit 1 untuk Desa Perintis, unit 2 untuk Kelurahan Wirotho Agung, unit 3 untuk Desa Rimbo Mulyo, unit 4 untuk Desa Purwoharjo, unit 5 untuk Desa Tegal Arum, unit 6 untuk Desa Tirta Kencana, sementara unit 7 untuk Desa Sapta Mulia. Tahun 2022, kecamatan ini menambah dua kelurahan baru yakni Sarana Agung dan Mandiri Agung.
Pada tahun 2011 masa kepemimpinan camat Suparna, S.E. dan ketua TP PKK Siti Nariyah, S.Pd.I, kecamatan Rimbo Bujang telah meraih berbagai macam prestasi di antaranya: Juara I Nasional lomba PNPM MP UPK Artha Makmur bidang Pelayanan Masyarakat, Pakarti Madya II lomba Pemanfaatan Hasil Toga tingkat Nasional,Juara II lomba Senam Lansia tingkat Provinsi Jambi.Sementara prestasi di tingkat Kabupaten antara lain Kecamatan Rimbo Bujang berhasil meraih peringkat I lomba Desa, Juara I lomba kinerja TP PKK KEcamatan Rimbo Bujang,Juara I memimpin Rapat, Juara I lomba APE,Juara I lomba Senam Poco poco, Juara I.
Bupati
Bupati Tebo H Sukandar yang menjabat dua periode 2011-2022 juga putra transmigran yang berasal dari Rimbo Bujang. Dibawah kepemimpinan Sukandar Rimbo Bujang dan Kabupaten Tebo menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Adapun bupati Tebo dan Pejabat Sementara (PJs) dari masa ke masa sebagai berikut:
1. Drs. H. A. Madjid Mu’az, MM (1999 – 2001)
2. Drs. H.A.Madjid Mu’az, MM dan Drs.H.Helmi Abdullah. (2001 -2006)
3. Drs. H.A. Madjid Mu’az, MM dan H. Sukandar, S. Kom, M.Si (2006 – 2011)
4. Ir. H. Haviz Husaini, (Juni – Agustus 2011)
5. H. Sukandar, S.Kom, M.Si dan Hamdi, S.Sos (2011 – 2016)
6. Ir. Agus Sunaryo Agustus 2016 s/d Mei 2017 (PJs)
7. H. Sukandar, S.Kom, M.Si dan Syahlan, SH (2017-2023)
8. H. Aspan. ST (PJs)
9. Dr. Varial Adhi Putra, S.T.,M (PJs)
Pasar Sarinah
Pasar Sarinah berdiri tahun 1977 dan berada di Kelurahan Wirotho Agung. Pasar ini hidup selama 24 jam oleh pedagang dari berbagai daerah. Pada awalnya Pasar Sarinah ini bernama Pasar Klewer. Kemudian Pasar Klewer diresmikan dan diubah namanya oleh Pemerintah Kabupaten Tebo menjadi Pasar Sarinah, yang ditandai dengan berdirinya bangunan-bangunan pasar. Pembangunan Pasar Sarinah dimulai dengan pembangunan los-los ampat puluh ampat dan delapan puluh delapan, pembangunan ruko-ruko tembok, dan perbaikan-perbaikan los ikan dan daging serta pembangunan MCK dan mushola. Perkembangan Pasar Sarinah selanjutnya dimulai dari pengelolaan pasar, jumlah pedagang, jumlah bangunan, jenis dan arus barang dagangan. Pasar Sarinah juga melakukan kegiatan pemungutan pajak retribusi setiap harinya yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tebo di bawah naungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tebo. Ketiga, keberadaan Pasar Sarinah telah meninngkatkan dinamika ekonomi dan kesejahtraan masyarakat Rimbo Bujang.
Selain prestasi dan pertumbuhan ekonomi, kecamatan ini juga memiliki masalah keamanan seperti pencurian, pembegalan dan penipuan berkedok investasi yang memakan korban warga setempat.
Letak Wilayah dan jarak
Kecamatan Rimbo Bujang terletak antara 1,20 sampai dengan 1,25
Lintang Selatan dan antara 101, 51 sampai 101,55 Bujur Timur. Untuk mencapai Rimbo Bujang dari Kota Provinsi Jambi dibutuhkan waktu tempuh perjalanan darat selama 6-7 jam atau 251 Km. Jika menggunakan pesawat terbang, dapat menggunakan trayek Jakarta Muara Bungo. Jarak antara Bandara Muara Bungo ke Rimbo Bujang sekitar 31km atau dapat ditempuh 55 menit.
Desa/kelurahan
Tahun 1991 terdiri dari 19 Desa dan 1 Kelurahan yaitu Kelurahan Wirotho Agung, Desa Perintis, Desa Rimbo Mulyo, Desa Purwo Harjo, Desa Tegal Arum, Desa Tirta Kencana, Desa Sapta Mulya, Desa Suka Maju, Desa Suka Damai, Desa Wonorejo, Desa Sumber Sari, Desa Sido Rukun, Desa Giriwinangun, Desa Sido Rejo, Desa Karang Dadi, Desa Giri Purno, Desa Sumber Agung, Desa Pulung Rejo, Desa Sari Mulyo, Desa Pematang Sapat, Desa Sungai Pandan. Adapun kelurahan dan desa sekarang adalah: