Lahir di Surabaya, dia diperkenalkan pada olahraga karate pada usia muda dan kemudian lebih memilih bergabung dengan militer daripada melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada untuk berpartisipasi lebih lanjut dalam olahraga ini.
Biografi
Rifki lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 24 Desember 1997.[1] Dia diperkenalkan pada olahraga ini pada tahun pertama sekolah dasar, dan akhirnya mulai berpartisipasi dalam kompetisi lokal. Pada saat dia duduk di sekolah menengah, dia mulai memenangkan kompetisi lokal dan nasional. Setelah lulus dari sekolah menengah, dia diterima untuk kuliah di Teknik SipilUniversitas Gadjah Mada, tetapi memutuskan untuk bergabung dengan militer di Kodam V Brawijaya sehingga dia bisa lebih aktif berlatih. Sampai dengan Agustus 2018, dia berpangkat sersan dua.[2][3][4]
Prestasi
Memenangkan dan mencapai prestasi tinggi dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional melawan karateka senior, dia lolos seleksi nasional untuk Pesta Olahraga Asia Tenggara 2017, meskipun dia tidak masuk dalam pertandingan perorangan. Timnya memenangkan medali perunggu. Tahun berikutnya, dia berhasil mendapatkan tempat di kontingen nasional Pesta Olahraga Asia 2018 untuk pertandingan perorangan, untuk kelas 60kg setelah melewati Seleksi Nasional Asian Games 2018. Di situ, ia mengalahkan atlet yang lebih senior darinya sebelum ia terseleksi.[2]
Di final yang berlangsung di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta pada 26 Agustus 2018, Rifki menghadapi Amir Mehdizadeh dan merebut medali emas setelah mengalahkannya dengan skor 9-7.[4] Kemenangan itu ia peroleh setelah sempat dijatuhkan Mahdizadeh yang mendapat nilai 3 poin, dan 2 poin dengan tendangan ke badan Rifki. Kemenangan Rifki mengejutkan pihak Forki —dan juga Iran— yang sekaligus mendapatkan medali emas setelah terakhir pada 2002 lewat Hasan Basri. Mahdizadeh sendiri merupakan pemenang Kejuaraan Dunia tahun 2012 dan 2016 serta peraih medali emas pada kelas yang sama di Pesta Olahraga Asia 2014 dan Kejuaraan Asia2015 dan 2017.[2] Setelah meraih medali emas, dia menerima bonus dari pemerintah Indonesia dan federasi olahraga karate, total Rp.2,5 miliar (USD.170.000).[5][6]
123Alexey, Emilius Caesar (30 August 2016). "Rifki Ardiansyah Arrosyiid: Anak Muda Penakluk Raksasa (print)". Kompas. Jakarta: PT Media Kompas Nusantara. hlm.12.