Richard Parsons lahir dari keluarga Afrika-Amerika di Brooklyn, Kota New York, Amerika Serikat, pada 4 April 1948.[4] Ia merupakan salah satu dari lima bersaudara.[5] Tumbuh di daerah Bedford-Stuyvesant di Brooklyn, ayah Parsons, Lorenzo Locklair Parsons, adalah seorang teknisi listrik dan ibunya, Isabelle (née Judd) adalah seorang ibu rumah tangga. Parsons juga meloncat satu kelas saat di sekolah dasar dan satu kelas lagi ketika menempuh pendidikan di jenjang SMA.[6]
Ia juga menempuh pendidikan di University of Hawaiʻi at Mānoa, ia bermain untuk tim basket universitas.[7] Setelah empat tahun, ia kekurangan 7 kredit untuk mendapatkan diplomanya. Namun, Parsons menemukan bahwa ia dapat masuk ke sekolah hukum di New York tanpa gelar perguruan tinggi jika ia mendapat nilai yang cukup baik di ujian pra-hukum. Parsons diterima di Albany Law School of Union University, New York, tempat di mana ia menerima gelar Juris Doctor (JD) pada tahun 1971, ia lulus sebagai lulusan terbaik di angkatannya.[8]
Pada tahun 1977, Parsons kembali ke New York dan menjadi mitra hanya dua tahun setelah di firma hukum Patterson Belknap Webb & Tyler; Giuliani juga bekerja di firma tersebut. Selama 11 tahun bekerja di sana, Parsons menangani Happy Rockefeller, janda dari Nelson Rockefeller (yang wafat pada tahun 1979), sebagai klien profil tinggi.[2] Pada tahun 1988, ia direkrut untuk menjabat sebagai kepala operasional (COO) Dime Savings Bank of New York oleh CEO Harry W. Albright Jr., yang merupakan mantan ajudan Rockefeller. Parsons kemudian menjadi ketua dan CEO, serta mengawasi proses penggabungan dengan Anchor Savings Bank, yang memberinya keuntungan besar ketika Dime Bank mengalami demutualisasi.[9]
Pada tahun 1991, atas rekomendasi saudara Nelson, Laurance Rockefeller kepada CEO saat itu Steve Ross, Parsons diundang untuk bergabung dengan dewan Time Warner. Ia kemudian menjadi presiden perusahaan pada tahun 1995, direkrut oleh kepala eksekutif, Gerald Levin.[9] Parsons membantu menegosiasikan penggabungan perusahaan dengan America Online pada tahun 2000, menciptakan sebuah konglomerat media senilai $165 milliar[10] yang telah digambarkan sebagai "penggabungan terburuk sepanjang masa."[11] Pada Desember 2001, diumumkan bahwa Levin akan pensiun dan Parsons telah dipilih sebagai penggantinya. Pengumuman itu mengejutkan beberapa pakar media yang mengharapkan kepala operasi Robert W. Pittman untuk mengambil alih. Pada tahun 2003, Parsons mengumumkan pergantian nama dari "AOL Time Warner" menjadi "Time Warner" saja.[2] Pada tahun 2007, ia mengundurkan diri dari posisinya sebagai CEO Time Warner.[12]
Parsons juga pernah menjabat sebagai ketua dewan direksi di Citigroup dari Februari 2009 hingga April 2012, ketika ia digantikan oleh Michael E. O'Neill.[1][13] Ia juga pernah menjabat sebagai ketua dewan penasihat di Feigen Advisors, sebuah firma penasihat CEO yang dijalankan oleh Marc Feigen.[14]
Pada September 2018, Parsons menjadi Ketua Dewan Sementara CBS, menggantikan Les Moonves.[15] Pada Oktober 2018, Parsons mengundurkan diri dari posisinya, karena tengah menjalani pengobatan untuk sel mieloma. Parsons digantikan oleh Strauss Zelnick.[16][17]
Pada tahun 1968, Parsons menikahi Laura Ann Bush, seorang aktivis komunitas dengan gelar doktor dalam psikologi anak, yang ia temui di University of Hawaii at Manoa. Mereka memiliki 3 anak.[18]
Pada tahun 2015, Parsons didiagnosis menderita sel mieloma, suatu bentuk kanker darah yang relatif langka. Meskipun ia berhasil sembuh setelah menjalani terapi sel punca, komplikasi yang terjadi pada tahun 2018 menyebabkannya mengundurkan diri dari posisinya sebagai ketua dewan sementara CBS.[19][20]
Pada tanggal 26 Desember 2024, Parsons dikabarkan meninggal di New York City, saat ia berusia 76 tahun.[21][22] Menurut temannya Ronald S. Lauder, penyebab kematian Parsons adalah kanker tulang.[23]
↑Correspondent, David Faber,|CNBC Chief (2007-11-05). "Time Warner Confirms Parsons Stepping Down". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-28.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)