Ng tumbuh besar di Kuching dalam keluarga Katolik. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Katolik Inggris dan pendidikan menengah di Sekolah Menengah Santo Yosef.[1] Setelah menyelesaikan Form 6 pada tahun 1985, ia bekerja sebagai pengawas lapangan selama satu tahun, dan beberapa bulan di laboratorium.[2] Pada tahun 1987, beliau belajar di Seminari Tinggi St. Petrus di Kuching. Beliau ditahbiskan menjadi imam di Keuskupan Agung Kuching pada tahun 1995. Beliau diutus untuk mempelajari Kitab Suci di Institut Kitab Suci Kepausan, Roma pada bulan September 1999. Beliau memperoleh Lisensi Kitab Suci pada tahun 2003.[2]
Sekembalinya ke Kuching, ia ditugaskan untuk mengajar Kitab Suci di Seminar Tinggi Santo Petrus. Ia juga bertugas sebagai formator penuh waktu bagi para seminaris.[2] Pada tahun 2008, ia diangkat menjadi rektor Kolese Santo Petrus.[2]
Pada tanggal 30 Oktober 2013, Paus Fransiskus telah menerima pengunduran diri Anthony Lee Kok Hin dari jabatannya sebagai Uskup Miri karena telah mencapai batas usianya, dan menunjuk Ng sebagai penggantinya.[3][4] Ia menerima pentahbisan episkopal pada 25 Januari 2014 dari pendahulunya, Uskup Anthony Lee Kok Hin, dengan Uskup Agung John Ha Tiong Hock dan Uskup Joseph Hii Teck Kwong sebagai penahbis pendamping. Pada hari yang sama, ia juga mengambil alih secara kanonik pimpinan Keuskupan Miri.[1]