Dalam arsitektur, relung adalah sebuah ruang cekung atau ceruk yang dibentuk pada ketebalan dinding untuk menempatkan objek dekoratif seperti patung, arca, guci, atau vas.[1]
Dalam arsitektur klasik, relung dapat berupa sebuah eksedra[en] atau apsis yang diperkecil ukurannya, namun tetap mempertahankan kepala setengah kubah yang lazim melekat pada suatu apsis. Pada abad pertama SM, belum terdapat istilah yang secara tepat merunjuk pada relung, tetapi terdapat sebutan zotheca, yang bermakna sebuah kamar kecil. Ruang-ruang semacam ini menyerupai ceruk, mirip dengan relung, tetapi sedikit lebih besar.
Perbedaan ukuran maupun cara pemahatan menunjukkan bahwa konsep relung pada masa itu telah dipahami. Baik bangsa Yunani maupun Romawi secara khusus memanfaatkan relung sebagai tempat penghormatan dalam makam keluarga terkemuka.[1]