Pendekar Ulat Sutra (judul dalam Bahasa Inggris: Reincarnated, dalam Bahasa Mandarin diberi nama 天蠶變 / Tian Can Bian, artinya Transformasi Ulat Sutra) adalah nama kolektif yang digunakan pada sejumlah drama televisi, novel dan manhua yang diadaptasi dari karya penulis Huang Ying (ejaan lain: Wong Ying). Cerita silat (wuxia) ini pertama kali muncul di tahun 1979 dalam bentuk serial sebanyak 60 episode yang tayang di Rediffusion TV di Hong Kong.[1] Sebelum menulis serial ini, Huang merupakan penulis yang sering bekerjasama dengan beberapa pengarang lain seperti Gu Long dalam menulis karya mereka.
Karakter
Yun Fei Yang Pewaris ilmu sakti Ulat Sutra ini mengalami kepahitan asmara yang tragis hingga menjadi depresi dan memilih untuk menghilang. Sejak semula dia adalah putra pimpinan Bu Tong yang disembunyikan dan disamarkan sebagai pegawai rendahan di Bu Tong.
Fu Xiang Jun Perempuan pendekar ini adalah murid Ku Shi Tai ketua partai Heng Shan. Dia sangat mencintai Yun Fei Yang, tapi menjadi rumit setelah tahu Yun Fei Yang ternyata mencintai saudaranya sendiri Dugu Feng hingga menjadi depresi dan menghilang.
Berbeda dengan banyak cerita silat lain, Pendekar Ulat Sutra diperkenalkan lewat layar kaca Hong Kong.[2] Wong Ying menulisnya bersama sejumlah penulis naskah lainnya. Stasiun penyiarnya, Rediffusion TV (RTV) menerapkan langkah baru, dengan membuat cerita bersambung secara stripping, berbeda dengan praktik pertelevisian Hong Kong saat itu yang membuat drama yang berisi kisah-kisah yang berbeda. Satu episode dibuat hanya beberapa saat sebelum disiarkan dan ditayangkan 5 hari dalam seminggu.
Cerita Reincarnated berkisah tentang Wan Fei Yang (Yun Feiyang), seorang dengan latar belakang yang kurang jelas, namun bercita-cita menjadi pendekar tangguh. Awalnya ia hanya bekerja sebagai pembantu di sekte Butong (Wudang), dan menjalin asmara dengan Lin Yuen Yee (Lun Wan'er). Di dunia persilatan, kubu Butong berkonflik dengan kubu Tanpa Tanding, masing-masing pimpinan tokoh Taoisme Ching Chung (Qingsong) dan Pendekar Tanpa Tanding (Dugu Wudi). Awalnya, kubu Butong kalah oleh Sang Tanpa Tanding. Terjebak dalam persaingan keduanya, Wan kemudian menemui banyak hal dalam perjalanannya, termasuk menguasai ilmu ulat sutra surgawi. Sang pendekar yang bereinkarnasi dari kepompongnya itu menjadi orang yang tangguh, menyingkirkan Sang Tanpa Tanding, untuk selanjutnya menjadi pengelana yang bersahaja.
Serial ini dengan cepat menjadi populer, membuat nama pemeran Yun Fei Yang, Norman Chui naik daun, sehingga ia dikontak oleh sejumlah studio film untuk memerankan sejumlah karakter lain dengan bayaran tinggi.[3] Akibat konflik antara Chui dan para penulis naskah, dirinya tidak mau melanjutkan proses produksinya. RTV pun melakukan modifikasi cerita, dengan mengisahkan bahwa dengan teknik qi yang ada dalam tradisi Wudang, sang pendekar akan menjadi kepompong dan lahir kembali (reinkarnasi) dengan wajah baru. Sebagai pengganti Chui adalah aktor Eddie Koo.[3]
Populernya serial ini membuat pesaing RTV, TVB ikut menyiarkan program sejenis, yaitu serial Chor Lau-heung sebagai pesaing Reincarnated. RTV pun membalasnya dengan membuat serial lain, yang juga diambil dari novel Pendekar Harum (karya Gu Long) bertajuk Hap dou fung lau. Tidak hanya populer di negara asalnya, meluasnya perangkat VCR ikut meluaskan penyebaran serial ini ke komunitas Tionghoa di seluruh dunia.
Dragon Strikes (1979)
Menyusul popularitas Reincarnated, Rediffusion TV melahirkan serial sekuel bertajuk Dragon Strikes (天龍訣) yang berjumlah 60 episode. Dalam seri ini dikisahkan rekan Wan Fei Yang membantu Kaisar Zhengde di era dinasti Ming untuk membantunya menumpas kubu Seroja Putih. Wan dan rekannya akhirnya mati dalam serial ini; sang teman oleh Kaisar yang khawatir akan popularitasnya, sedangkan Wan oleh kekasihnya sendiri yang sudah mengalami cuci otak, padahal sudah diselamatkan sebelumnya oleh Wan.
Serial ini pernah ditayangkan di layar kaca Indonesia oleh RCTI di awal 1990-an.
Reincarnated II (1985)
Serial produksi Taiwan oleh stasiun TV CTS ini diberi tajuk 天蠶再變. Mengisahkan teman baru Yun Feiyang bernama Tang Ning yang berkelana di dunia persilatan, hingga menjadi kaisar.
Reincarnated II (1993)
Serial ini juga merupakan pengembangan dari Reincarnated pertama, dengan penambahan tokoh-tokoh baru. Dengan judul asli Reincarnated II (天蠶變之再與天比高) produksi Asia Television (ATV, d/h RTV) tahun 1993, dikisahkan Wan (yang digambarkan meninggal di Dragon Strikes) justru masih hidup dengan wajah yang sama seperti di awal Reincarnated, karena ilmu ulat sutra dan reinkarnasi miliknya. Wan Feiyang kemudian meneruskan ilmunya kepada penerus bernama Xiao Che (和小子) sebelum meninggal dalam konflik.
Dikisahkan bahwa Xiao Che memiliki latar belakang awal yang mirip dengan Wan: pemuda rendahan dan urakan yang bekerja sebagai pencuri. Dalam pelariannya, saat bersembunyi di gua ia "melahap" ilmu ulat sutra setelah memakan ulat sutra dan minum darahnya. Wan Feiyang membantu si pemuda mengasah ilmu silatnya itu menjadi istimewa. Keduanya berkenalan dengan Lu Tan, seorang pendekar yang bermusuhan dengan Kaisar Zhengde. Antara Wan, Lu dan Xiao sempat terjalin persahabatan demi melawan kejahatan. Kelak, Lu bersaing hebat dengan sang pemuda urakan, yang sudah menjadi pendekar, dengan masing-masing merepresentasikan "ilmu sutra hitam" dan "ilmu sutra putih". Lu kalah dan akhirnya Xiao Che menjadi pendekar tangguh yang disegani.[4]
Serial ini pernah ditayangkan di layar kaca Indonesia oleh SCTV pada tahun 1994-1995 dan cukup dikenal oleh pemirsa, dengan nama Pendekar Ulat Sutra.
New Reincarnated (2001)
Serial produksi 2001 berjumlah 30 episode dengan nama asli 新天蚕变/金蚕丝雨, dengan akhir yang berbeda untuk versi Tiongkok dan Taiwan.
Film
Ada dua film yang pernah diproduksi, semuanya oleh Shaw Brothers. Film pertama bertajuk Bastard Swordsman, dan Return of the Bastard Swordsman yang masing-masing dibuat pada tahun 1983 dan 1984. Pada film kedua, Wan digambarkan bertempur dengan ninja Jepang, sedangkan beberapa aspek ceritanya diadopsi dari novel Face to Fate karya pengarang cerita silat Woon Swee Oan.
Novel
Sang penulis naskah, Wong Ying, baru merilis novelnya pada tahun 1985. Judul-judul novel dari kisah Pendekar Ulat Sutra meliputi:[2]
Heavenly Chrysalis (天蠶變) - 3 jilid. Menceritakan latar belakang protagonis Wan Feiyang dan bagaimana dia berlatih ilmu Ulat Sutera Surgawi.
Tian Can Zai Bian (天蠶再變) - 3 jilid. Melengkapi cerita asal-usul ilmu Ulat Sutera Surgawi, dan menceritakan pengalaman Wan Feiyang yang berubah pasca sesudah event fase tahap akhir ilmu ini.
Side Story of Yun Feiyang (雲飛揚外傳) - 4 jilid. Merupakan cerita terakhir dari seri Pendekar Ulat Sutera. Bab final ini menceritakan kematian Wan Feiyang.
Sedangkan prekuelnya sempat dikisahkan Wong dalam majalah Knightly (武侠世界) di Hong Kong, yang menceritakan kelahiran ilmu ulat sutra dan tingkatan pendekar di sekte Butong.[5] Kisah Pendekar Ulat Sutra juga pernah diadopsi sebagai manhua karya komikus Lee Ko. Versi aslinya diterbitkan pertama kali oleh Golden Speed Development Ltd. pada tahun 2001. Seri manhua ini diterbitkan versi Indonesia dalam 5 seri habis oleh PT. Tiga Lancar Semesta Pbl. Ltd. pada tahun 2007.
Mengingat serial TV maupun filmnya dibuat sebelum novelnya, membuat penceritaan dari novel Pendekar Ulat Sutra dapat berbeda satu sama lain.[6][7] Hal ini membuat sulit menetapkan alur cerita cersil ini secara runut dan paling jelas, meskipun serial TV-nya yang dibintangi Norman Chui tetap dianggap yang paling asli.[2]