Wilayah Kelurahan Rantau Panjang merupakan suatu wilayah Administrasi Kota Pekanbaru yang merupakan bagian dari Kecamatan Rumbai yang mana Kelurahan Rantau Panjang terbentuk dari pemekaran Wilayah Kelurahan Rumbai Bukit dan Kelurahan Muara Fajar.
Berdasarkan Peraturan Wali kota Pekanbaru Nomor 188 Tahun 2017 tentang penetapan Batas Wilayah Kelurahan dalam Kecamatan Bukit Raya,Kecamatan Payung Sekaki, Kecamatan Rumbai Pesisir,Kecamatan Tampan,Kecamatan Tenayan Raya,Kecamatan Rumbai dan Kecamatan Marpoyan Damai serta Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 04 Tahun 2016 tentang Pembentukan Kelurahan di Kota Pekanbaru, sehingga terbentuklah Kelurahan Rantau Panjang yang mempunyai luas wilayah 10,00 km2 yang terdiri dari 2 (dua) RW dan 7 (Tujuh) RT[4]
Kel.Rumbai Bukit/ kel.Muara Fajar Barat (Jl. Tengku Kasim Perkasa /Jalan Ikan Parang)
Sebelah Barat
Kab.Kampar (Sungai Takuana)
Penduduk
1.Penduduk Berdasarkan Umur
No
INDIKATOR
JUMLAH
1
0 – 4 Tahun
138 Jiwa
2
5 Tahun
385 Jiwa
3
≥ 6 - <15 Tahun
371 Jiwa
4
> 15 - 56 Tahun
347 Jiwa
5
> 56 Tahun
150 Jiwa
2. Penduduk Berdasarkan Gender
NO
INDIKATOR
JUMLAH
1.
Laki-Laki
845 Jiwa
2.
Perempuan
673jiwa
3
Jumlah
1.518 Jiwa
3. Berdasarkan Mata Pencarian
Sesuai dengan potensi daerahnya, penduduk di Kelurahan Rantau Panjang sebagian besar bermatapencaharian pertanian, sedangkan sektor lainnya adalah perdagangan, dll.
No
LAPANGAN USAHA
JUMLAH
PERSENTSE (%)
1
PNS
7
2%
2
Karyawan Swasta
50
16%
3
Pertanian/Buruh Tani
142
45%
4
Wiraswasta
51
16%
5
Perikanan
2
1%
6
Peternakan
13
4%
7
Industri Pengolahan
1
0%
8
Perdagangan
10
3%
9
Jasa
8
3%
10
Angkutan
10
3%
11
Jasa Lain nya
22
7%
Sarana dan Prasarana
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pendidikan
Keterangan
Jumlah
TK (1)
Guru
9
Murid
60
SD (1)
Guru
22
Murid
611
SMA/SMU/SMK (1)
Guru
28
Murid
248
Universitas
-
-
Prasarana Sosial
Kategori
Jumlah
Tempat Ibadah
Masjid
3
Musholla
1
Gereja
2
Pura
0
Vihara
1
Bidang Kesehatan
Poliklinik
1
Posyandu
1
Sumber Daya Alam
Potensi SDA
Sebagaimana Topografi Wilayah Kelurahan Rantau Panjang Kecamatan Rumbai yang terdiri dari dataran tinggi, pegunungan dan kemiringan tanah yang sangat tajam, tentunya sulit mendukung pelaksanaan program pembangunan yang diinginkan, sebaliknya dengan kondisi tanah yang sangat subur tentunya akan mendukung pembangunan dan laju kegiatan perekonomian, misalnya pertanian, Pariwisata, serta jasa – jasa dan sebagainya.’
Dengan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan secara efisien, akan dapat mendorong upaya peningkatkan pendapatan daerah yang pada gilirannya masyarakat akan terdorong untuk melakukan kegiatan ekonomi lainnya secara sinergis untuk meningkatkan kesejahteaan masyarakat.