Deskripsi
Menurut catatan sumber, Raijū memiliki bentuk tubuh lain yang menyerupai berbagai macam hewan, seperti tanuki, macan tutul, macan kumbang, macan kumbang putih, kambing-hutan rubah, musang, martes, harimau, kucing, kelinci, anjing, serigala, babi hutan, rusa, badak, banteng, beruang, landak, tupai, mamalia laut (seperti paus, lumba-lumba atau anjing laut), trenggiling, tikus atau naga
Orang Jepang dahulu yang percaya dengan takhayul, memiliki kebiasaan menutup pusarnya ketika mendengar guntur. Mereka percaya Raiju akan tidur di pusar manusia untuk bersembunyi dari dewa petir Raijin yang akan menembakkan panah petir ke makhluk tersebut.[1]
kemunculan Raiju dikaitkan dengan fenomena misterius guntur dan kilat. Mitos yang menceritakan tentang Raiju diyakini bersumber dari teks materia medica Cina Bencao Gangmu, dan para peneliti berpendapat cerita tersebut menjadi tenar selama zaman Edo.[2] Raiju diberi konotasi negatif karena muncul banyak peristiwa yang terjadi di langit, di luar nalar manusia pada era tersebut.[2]