Pada jenjang tinju amatir, Kili-kili tercatat pernah membela Indonesia di berbagai turnamen tinju internasional seperti Pra-Olimpiade di Uzbekistan pada tahun 1995 dan Kejuaraan Dunia Tinju Amatir di Berlin pada 1994.
Kematian
Kili-kili ditemukan meninggal tergantung pada kusen pintu rumah pamannya di Palembang pada 22 Februari 2007. Masalah ketergantungan narkoba (ditengarai sejak 1997) dan lama menjadi pengangguran setelah pensiun dari tinju diduga menjadi pemicu bunuh diri mantan petinju ini. Selain masalah narkoba, Kili-kili pernah ditangkap polisi karena menghajar tetangganya di Palembang (2003). Sebelumnya, pada tahun 1999 Kili-kili juga pernah ditahan karena kasus pemukulan terhadap seorang anggota polisi saat Kili-kili sedang sakaw.
Perceraian orangtuanya sejak dia masih muda diperkirakan menjadi salah satu faktor labilnya pribadi petinju berbakat ini.