Berawal dari prakarsa Pemerintah Belanda maka didirikanlah sebuah rumah sakit di Bogor pada tahun 1925. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit tertua kedua yang ada di Indonesia setelah RSU PMI Bogor.
Pada bulan Maret 1950, rumah sakit ini diserahkan kepada Pemerintah Indonesia. Penyerahan ini dilakukan oleh Mayor Jendral Dr. Simon selaku direktur MGD KNIL kepada wakil direktur kesehatan TNI Angkatan Darat yaitu Mayor Jendral Dr. Sarjiman.
Saat ini RSU Salak yang berdiri diatas lahan seluas 9.213 m² dengan luas bangunan 6.074 m² merupakan RS Tingkat IV dijajaran TNI AD, yang berada dibawah Detasemen Kesehatan Wilayah 03.04.01 Bogor. Rumah sakit ini memberikan pelayanan kesehatan kepada PrajuritTNI dan keluarganya serta masyarakat umum.[2]