RMS Carinthia adalah sebuah kapal samudra buatan tahun 1956 sebagai salah satu dari empat kapal kelas Saxonia. Dia berlayar untuk Cunard Line dari penyelesainnya hingga pada tahun 1968 ketika dia dijual ke Sitmar Line, dibangun ulang menjadi sebuah kapal pesiar penuh waktu dan berganti nama menjadi SS Fairsea. Dia berlayar dengan Sitmar hingga tahun 1988, ketika Sitmar dijual ke P&O. Dia berganti nama menjadi SS Fair Princess dan berlayar untuk Princess Cruises dan P&O Cruises hingga tahun 2000. Dia kemudian dijual ke China Sea Cruises dan berganti nama menjadi SS China Sea Discovery. Pada tahun 2005 atau 2006 dia dibongkar di Alang, India.
Konsep dan konstruksi
Mendekati akhir tahun 1951 Cunard Line mendesain kapal baru untuk layanan Kanada di rute Liverpool–Montreal–Halifax. Cunard awalnya memutuskan hanya untuk membangun dua kapal tapi kemudian dua kapal lagi dipesan Kapal-kapal tersebut missing name, missing name, RMS Carinthia dan missing name, merupakan kapal-kapal terbesar yang beroperasi di Kanada pada masa itu. Kapal-kapal tersebut dibangun di Clydebank dan mereka didesain untuk kemewahan dan kecepatan termasuk mengangkut penumpang dan kargo diatas Sungai St Lawrence pada musim panas dan ke Dermaga 21 di Halifax pada musim dingin ketika Sungai St. Lawrence membeku.
Sejarah layanan
Carinthia (kanan) di Pelabuhan Southampton, dengan Canberra dilatar belakang (kiri) pada tahun 1967
Cunard Line
RMS Carinthia memulai pelayaran perdananya ke Montreal pada tanggal 27 Juni 1956 dengan 890 penumpang dan awak kapal. Setelah empat pelayaran berikutnya, dia membuktikan dengan rekan pelayarannya Saxonia bahwa Cunarder Kanada yang baru sangat sukses sehingga kapal-kapal lain yang beroperasi pada rute tersebut semuanya dibongkar dan meninggalkan keempat kapal tersebut berada di rute Montreal.[5] Selama tahun 1960, Carinthia mengalami kebakaran disalah satu kabinnya. Pada bulan Juni tahun itu beberapa pekerja dek mendirikan kelompok skiffle di dek umum; beberapa penumpang mengeluhkan kebisingan dan para pekerja dek didenda satu hari gaji yang menyebabkan "pemogokan skiffle".[6] Awak kapal melakukan mogok kerja dan awak kapal lainnya datang untuk memberikan dukungan, meninggalkan banyak kapal tertambat di dermaga Liverpool selama beberapa minggu. Selama tahun 1961 dia bertabrakan dengan missing name. Pada tahun 1962 baling-balingnya mengalami kegagalan selama sebuah pelayaran. Selama tahun 1964, para awak kapal mogok lagi. Carinthia masih beroperasi dari Liverpool ke Montreal sampai akhir tahun 1966, dan dari Southampton ke Montreal dan New York hingga setelah bulan Maret 1967.
Fairwind dan Fairsea ditambatkan Southampton pada bulan Agustus 1969
Cunard Line memutuskan untuk mulai mengoperasikan m Carinthia sebagai sebuah kapal pesiar selama bulan-bulan musim dingin. Dia digunakan untuk pelayaran pesiar sepuluh hari dari New York City ke Bermuda. Selama tahun 1968, bersama dengan Sylvania, dia dijual ke Sitmar Line, awalnya berganti nama menjadi Fairland dan ditambatkan di Southampton selama dua tahun.
Sitmar Cruises
Setelah perbaikan besar-besaran selama setahun pada kedua kapal di Italia, Fairland menjadi Fairsea dan pada tahun 1972 memulai pelayaran pesiar dari Pesisir Barat Amerika Serikat, untuk Sitmar Cruises yang didesain ulang. Setelah penjualan Sitmar ke P&O pada tahun 1988, kapal ditransfer ke Princess Cruises dan digunakan untuk pelayaran pesiar di Samudra Pasifik sebagai Fair Princess.
Princess Cruises dan P&O Holidays
Fair Princess di Alaska
Pada tahun 1995, Fair Princess ditransfer ke armada P&O Holidays (sekarang P&O Cruises Australia) tapi segera dicarter untuk Regency Cruises di mana dia akan berlayar sebagai Regent Isle mereka. Regent Isle diiklankan untuk musim Regency 1996, tetapi karena kebangkrutan mereka pada bulan September 1995, dia tidak pernah melakukan sebuah pelayaran untuk mereka. Pada tahun 1997 kapal memulai pelayaran untuk P&O Holidays, menggantikan missing name yang baru saja pensiun. Dia tetap di P&O Australia selama sisa dekade itu.[7]
Fair Princess dengan livery P&O Holidays
China Sea Cruises
China Sea Discovery berlabuh di pelabuhan Kaohsiung pada tanggal 22 Februari 2002
Pada tahun 2000, kapal dijual ke China Sea Cruises dan berganti nama menjadi China Sea Discovery. Dia dioperasikan sebagai sebuah kapal pesiar kasino tapi tidak berhasil. Selama tahun 2001 dia beroperasi di Taiwan. Akhirnya setelah banyak pelayaran yang gagal dia dipindahkan ke Alang, India, untuk dibongkar. Saat sedang dalam proses pembongkaran, kebakaran terjadi di ruang mesin, menewaskan lima pekerja dan melukai lima belas orang lainnya.[8] Pada akhirnya, kapal itu dibongkar pada tahun 2005 atau 2006.