Setelah lulus dari OSVIA ia pernah menjabat sebagai Mantri Kabupaten, Adj Jaksa, Assisten Wedana Patih, Bupati Residen dan Gubernur Kepala Daerah Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur
Pada masa pemerintahannya kondisi sosial politik dan keamanan di Jawa Timur sudah membaik. Kasus yang tampak banyak mencuat pada masa itu adalah penyelewengan dan dugaan korupsi yang dilakukan oleh beberapa pejabat pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun daerah. Diawali dengan dugaan penyelewengan uang tunjangan oleh Camat Donomulyo. Masalah ini akhirnya sampai ke Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara (BAPEKAN) yang kemudian melakukan pemeriksaan intesif.
Masalah serupa juga muncul di Kabupaten Sampang, Madura ketika Bupati Sampang (M. Walihadi) dituduh menyelewengkan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, gula dan kain sehingga harga-harga kebutuhan tersebut melambung tinggi dan langka. Masalah ini terselesaikan berkat campur tangan gubernur Soewondo dan Ketua BAPEKAN, Selo Soemardjan.[3]
Ia berhenti menjadi gubernur pada 1963 dengan hak pensiun. Selanjutnya, Ia diangkat sebagai Direktur II P.N. Perhutani Jawa Timur.[2]
Penghargaan
Soewondo memiliki beberapa penghargaan diantaranya yaitu:[2]
Gambar nisan makam R. Soewondo Ranoewidjojo di TMPNU Kalibata
Gambar nisan makam R. Soewondo Ranoewidjojo di TMPNU Kalibata
Referensi
↑"Daftar Makam Tahun 1991-1992". Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, dan Kesetiakawanan Sosial. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Oktober 2013. Diakses tanggal 7 Januari 2022.