Muhammad Fasihuddin Fitrat (Dari: محمد فصیحالدین فطرت, romanized:Muḥammad Faṣīḥuddīn Fiṭratcode: prs is deprecated ) adalah seorang politikus dan pemimpin militer Afganistan yang menjabat sebagai PanglimaAngkatan Bersenjata Afganistan sejak tahun 2021. Beretnis Tajik, ia merupakan salah satu anggota paling senior di dalam tubuh Taliban.
Lahir di Istirab, Distrik Warduj, Fitrat menamatkan pendidikannya di sebuah madrasah di Distrik Yamgan. Ia bergabung dengan Taliban pada akhir tahun 1990-an dan memainkan peran penting dalam menumbangkan basis-basis pertahanan Aliansi Utara. Setelah invasi Amerika Serikat ke Afganistan menggulingkan Keamiran Islam bentukan Taliban, Fitrat sempat pindah ke Karachi untuk beberapa waktu sebelum akhirnya kembali ke wilayah Afghanistan bagian utara. Pada tahun 2013, di tengah berlangsungnya pemberontakan Taliban, ia ditunjuk sebagai gubernur bayangan Provinsi Badakhshan dan terus menapaki jenjang karier di dalam struktur Taliban.
Selama pemberontakan Taliban tahun 2021, Fitrat memimpin pasukan Taliban yang berasal dari wilayah-wilayah utara Afghanistan yang didominasi oleh etnis Tajik. Ia berhasil merebut Provinsi Panjshir dari tangan Front Perlawanan Nasional (NRF) pada bulan September 2021, sebuah peristiwa yang kemudian mengantarkan Taliban pada kendali penuh atas seluruh wilayah Afghanistan. Berkat pencapaian tersebut, ia kemudian dikenal di kalangan Taliban dengan julukan Fatih-i Shumal ("Penakluk Utara"). Pada tahun 2022, Fitrat memimpin penumpasan terhadap pemberontakan Balkhab yang dipimpin oleh pemimpin pemberontak dari etnis Hazara Afghanistan, Mahdi Mujahid. Fitrat juga telah memimpin berbagai operasi militer Taliban untuk melawan ISIS Khorasan (ISIS-K).
Fitrat menyelesaikan pendidikannya di sebuah madrasah di Distrik Yamgan pada tahun 1990-an, dan kemudian bekerja sebagai guru sekolah dasar di sana.[3][4]
Karier militer
Fasihuddin bergabung dengan Taliban pada tahun yang tidak diketahui setelah pindah ke Karachi untuk belajar agama.[3]
Setelah jatuhnya kekuasaan Taliban di Afghanistan pada tahun 2001, gerakan ini menciptakan tatanan pemerintahan de facto yang menempatkan anggota Taliban sebagai pejabat bayangan untuk mengendalikan wilayah-wilayah tertentu di Afghanistan. Pada suatu waktu, Fasihuddin adalah gubernur bayangan untuk Badakhshan. Berkat Qari Fasihuddin, seluruh Aliansi Utara berhasil digulingkan meskipun jaringan Haqqani[en] serta Mullah Yaqub, Mullah Baradar, dan Mullah Haibatullah berasal dari Kandahar, Helmand, Kunar, dan Ghazni, di mana mereka menghadapi banyak perlawanan. Dia dikenal sebagai "Penakluk Utara" di kalangan Taliban.[5][6]
Pada tahun 2013, Qari Fasihuddin diangkat sebagai gubernur bayangan Taliban dan kepala komisi militer di Badakhshan. Pada tahun yang sama, ia pertama kali muncul dalam sebuah video propaganda Taliban tentang situasi keamanan di Badakhshan.[2] Pada tahun 2015, Kementerian Dalam Negeri secara keliru mengklaim bahwa Fitrat telah tewas bersama 40 anak buahnya, namun klaim tersebut ternyata tidak akurat.[7][1][8]
Fitrat adalah pemimpin Taliban pertama yang memasuki Provinsi Panjshir. Bersama para prajurit Talibannya, ia mengambil alih Bazarak, dan dengan demikian mengambil alih Panjshir.[1]