Puyuh pegunungan salju[1] atau puyuh salju (Synoicus monorthonyx) adalah sebuah spesies puyuh dengan panjang tubuh sekitar 28cm dengan bulu berwarna coklat gelap seperti padang rumput Alpen. Sebelumnya spesies ini dianggap sebagai satu-satunya anggota genus Anurophasis, tetapi analisis filogenetika menempatkannya sebagai takson saudara dari puyuh coklat (S. ypsilophorus) dalam genus Synoicus.[2]
Habitat
Puyuh pegunungan salju merupakan satwa endemik Indonesia. Habitat puyuh pegunungan salju hanya dapat ditemukan pada ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut di Taman Nasional Lorentz, Pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo. Populasi puyuh pegunungan salju terlindungi karena habitatnya yang sulit diakses.[butuh rujukan]
Perkembangbiakan
Puyuh pegunungan salju yang betina memiliki bulu yang berwarna cokelat muda. Jumlah telur yang dihasilkannya maksimal tiga telur dengan warna cokelat gelap seperti macan tutul. Telur disimpan di sarang berongga di bawah tepi rumput rumpun. Makanan utama dari puyuh pegunungan salju adalah biji, bunga, daun dan bahan nabati lainnya.[butuh rujukan]
Status kelangkaan
Pemerintah Indonesia tidak menetapkan puyuh pegunungan salju sebagai salah satu hewan yang dilindungi. Namun dalam daftar merah IUCN, puyuh pegunungan salju ditetapkan sebagai salah satu spesies burung yang terancam punah.[butuh rujukan]