Homofon
Paronomasia homofon menggunakan kata-kata yang diucapkan dengan cara yang sama tetapi berbeda artinya. Contoh dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.[3]
A: Peliharaannya lucu juga mas. Nama hewannya apa ya?
B: Bajing gan.
A: Gak usah nge-gas dong!
Dalam percakapan tersebut, A marah karena mendengar kata 'bajing gan' yang terdengar seperti kata umpatan 'bajingan', padahal yang dimaksudkan B adalah hewan peliharaannya adalah bajing. Sementara itu 'gan' adalah kependekan dari kata ganti 'juragan'.
Contoh dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut.[4]
- When you’ve seen one shopping center, you’ve seen a mall.
“Seen a mall” terdengar seperti “seen ’em all”, singkatan dari “seen them all” sehingga kalimat di atas dapat memiliki dua makna, yaitu "ketika kamu telah melihat pusat perbelanjaan, kamu telah melihat sebuah mal" dan "ketika kamu telah melihat pusat perbelanjaan, kamu telah melihat mereka semua".
- When fish are in schools, they sometimes take debate.
“Debate” terdengar seperti “da bait”, singkatan dari “the bait” sehingga kalimat di atas dapat memiliki dua makna, yaitu "ketika ikan di sekolah, terkadang mereka berdebat" dan "ketika ikan di sekolah, terkadang mereka mengambil umpan".
Homograf
Paronomasia homograf menggunakan kata-kata yang penulisannya sama tetapi memiliki pelafalan dan arti yang berbeda. Contoh dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.[5]
A: Kamu selingkuh ya?
B: Enggak.
A: Ngaku aja!
B: Tahu dari mana?
A: Dari Sumedang
Letak paronomasia dalam percakapan tersebut adalah homograf 'tahu'. Jika dilafalkan dengan 'h' yang jelas, maka itu berarti sejenis makanan sementara jika dilafalkan tanpa bunyi 'h', itu berarti 'mengetahui'. Adapun jawaban 'dari Sumedang' merujuk pada tahu sumedang.
Contoh dalam bahasa Inggris adalah sebagai berikut.[6]
- A lingerie thief gave a police officer the slip.
Kata 'slip' memiliki dua kemungkinan arti dalam kalimat ini. Yang pertama, 'menyelinap' yang berarti si pencuri menghindari perhatian polisi dan kedua 'rok pendek' yang berarti si pencuri memberi polisi sebuah rok pendek.
- A pun can be made on any subject except a king who isn't a subject.
Dalam paronomasia ini, kata 'subject' bisa memiliki dua makna. Makna pertama yaitu subjek 'orang yang dibicarakan' dan yang kedua, 'orang sebagai subjek negara', berkaitan dengan hak ilahi raja.