Semirara adalah sebuah pulau di Filipina yang terletak dalam kepulauan Caluya, di selatan Pulau Mindoro. Pulau ini berada di bawah yurisdiksi kota Caluya, provinsi Antique.[3] Semirara merupakan salah satu lokasi tambang batu bara terbesar di Filipina. Selain pertambangan, kegiatan ekonomi utama di pulau ini meliputi perikanan, pengumpulan kerang, dan pertanian.[4]
Sejarah
Laporan tahun 1905 mencatat bahwa pulau Semirara saat itu masih tertutup hutan. Sekitar separuh pohon di pulau ini merupakan jenis Molave, yang dikenal sebagai “kayu keras yang luar biasa” dan tergolong langka di sepanjang pesisir kepulauan Filipina. Ketersediaan kayu Molave yang melimpah dan mudah diakses ini dianggap berpotensi memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Laporan tersebut juga mencatat banyaknya tanaman anggur liar di pulau ini. Anggur tersebut digambarkan dapat dimakan dan berukuran mirip dengan anggur Concord. Selain itu, biji anggur dalam jumlah besar dikumpulkan untuk dibawa ke fasilitas cadangan hutan, dengan tujuan eksperimen untuk mengembangkan varietas yang dapat dibudidayakan.[3]
Pulau Semirara ditetapkan sebagai kawasan cadangan mineral oleh Presiden Manuel Quezon pada tahun 1940 melalui Proklamasi No. 649.[5] Semirara Mining and Power Corp. (SPMC) membuka tambang batu bara pertamanya di Unong pada tahun 1984, yang beroperasi hingga tahun 2000, kemudian dilakukan pemulihan vegetasi danau di wilayah tersebut beberapa tahun setelahnya. Setelah itu, SPMC membuka beberapa tambang tambahan, termasuk Panian Pit yang beroperasi hingga Oktober 2016, tak lama setelah cadangan batubara di lokasi tersebut habis. Perusahaan juga membuka Narra Pit dan Molave Pit di Pulau Semirara, yang keduanya memulai operasi komersial pada tahun yang sama.[6][7]
Administrasi
Pulau Semirara termasuk dalam wilayah pemerintahan kota Caluya, provinsi Antique. Pulau ini terdiri dari tiga barangay di Caluya, yaitu Alegria, Semirara, dan Tinogbok.[4]
Geografi
Pulau Semirara memiliki luas sekitar 55 kilometer persegi (21 mil persegi). Di bagian tenggara pulau terdapat danau air asin, yang sebelumnya menjadi lokasi tambang Unong. Selain itu, di bagian utara pulau terdapat danau air tawar, yang dulunya merupakan lokasi tambang Panian.[8]