Sejak dasawarsa 1780-an, Pulau Panjang menjadi lokasi persinggahan bagi para pedagang Tiongkok yang akan berlayar untuk berdagang ke kawasan pantai di wilayah Lampung. Para pedagang Tiongkok menukarkan barang dagangan berupa opium dengan lada, gading gajah, sarang burung dan emas untuk dibawa ke Tiongkok.[1]
Referensi
↑Ota, Atsushi (2023). ""Perniagaan Haram" di Lampung: Respons Masyarakat Setempat terhadap Perluasan Perdagangan, Sekitar 1760-1800". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm.58. ISBN978-623-380-035-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Artikel bertopik pulau di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.