Proses biologis dikontrol atau disesuaikan dengan berbagai cara, seperti melalui ekspresi gen, modifikasi protein, atau interaksi dengan molekul. Aspek-aspek utama dari regulasi biologis meliputi:
Homeostasis: Mempertahankan lingkungan internal yang stabil, seperti berkeringat untuk mendinginkan tubuh.
Organisasi: Terdiri dari satu atau lebih sel, unit dasar kehidupan.
Metabolisme: Proses mengubah energi dan bahan kimia menjadi komponen seluler (anabolisme) dan memecah bahan organik (katabolisme). Organisme membutuhkan energi untuk mempertahankan homeostasis dan mendukung fungsi kehidupan lainnya.
Pertumbuhan: Organisme tumbuh ketika ia membangun lebih banyak komponen daripada yang diurai, meningkatkan ukuran di semua bagian.
Respon terhadap rangsangan: Makhluk hidup bereaksi terhadap perubahan di lingkungannya. Hal ini bisa sesederhana sel tunggal yang bereaksi terhadap bahan kimia atau lebih kompleks, seperti tanaman yang membungkuk ke arah sinar matahari (fototropisme).
Interaksi antar organisme: Organisme saling memengaruhi satu sama lain, baik dari spesies yang sama maupun yang berbeda, melalui berbagai interaksi.
Proses-proses lain termasuk diferensiasi seluler, fermentasi, pembuahan, perkecambahan, tropisme, hibridisasi, metamorfosis, morfogenesis, fotosintesis, dan transpirasi.
Bacaan lanjut
Reiner J.M. 1960. The organism as an adaptive control system. Prentice-Hall, Englewood Cliffs, New Jersy.
Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.