Selain tiga ini masih ada paling sedikit 8 potongan prisma dengan isi teks yang sama, semuanya disimpan di British Museum, kebanyakan hanya berisi satu baris kata.
Deskripsi
Prisma ini berbentuk segi enam, dibuat dari tanah liat bakar berwarna merah. Tingginya 38.0cm dan lebarnya 14.0cm wide. Prisma ini berisi 6 paragraf bertulisan huruf paku kuneiform dalam bahasa Akadia. Dibuat dalam masa pemerintahan Sanherib pada tahun 689 SM (Chicago) atau 691 SM (London, Yerusalem).
Prisma Taylor ditemukan oleh Kolonel Taylor pada tahun 1830 di reruntuhan istana Sanherib di kota Niniwe, yang merupakan ibu kota kuno Kerajaan Asyur pada zaman Sanherib. Dibeli dari janda Kolonel Taylor pada tahun 1850 oleh British Museum.[1] Prisma lain yang sekarang disimpan di Oriental Institute, Chicago dan dikenal sebagai Prisma Sanherib, dibeli oleh James Henry Breasted dari pedagang barang antik di Bagdad pada tahun 1919 untuk Oriental Institute.[2] Prisma Yerusalem baru dipertontonkan pada tahun 1990.[3]
Isi
Teks prisma yang ada di Chicago diterjemahkan oleh Daniel David Luckenbill dan teks dalam bahasa Akadia dengan terjemahan bahasa Inggrisnya terdapat dalam bukunya The Annals of Sennacherib (University of Chicago Press, 1924).[4]
Prisma ini menceritakan keberhasilan penyerangan Asyur terhadap Samaria dengan hasil pembuangan penduduk aslinya. Kemudian juga ditulis mengenai penyerangan terhadap kota Lakhis yang diakhiri dengan permintaan damai oleh Hizkia. Sanherib menuntut 300 talenta perak dan 30 talenta emas. Hizkia memberikan semua itu (dicatat dalam Alkitab bahwa Hizkia memberikan semua perak dari istananya dan Bait Allah, serta emas dari pintu dan palang pintu Bait Allah.[5]). Juga dituliskan bahwa ada 46 kota berkubu dan tidak terhitung kota kecil yang direbut oleh Asyur, dengan 200.150 orang, juga ternak, diangkut dalam pembuangan, serta wilayah yang sudah dikuasai dibagikan kepada 3 raja Filistin. Pula, dituliskan bahwa pengepungan Sanherib menyebatkan Hizkia terkurung di Yerusalem "seperti burung dalam sangkar"; tentara bayaran dan orang Arab yang dibayar oleh Hizkia melarikan diri, dan Hizkia akhirnya membayar Sanherib dengan memberikan antimony, perhiasan, perabot bertatahkan gading, anak-anak perempuannya, gundik-gundiknya, ahli-ahli musik. Dinyatakan bahwa Hizkia menjadi raja taklukan. Sebagian hal ini dicatat dari sudut pandang yang berbeda di Alkitab dan sejumlah fakta penting saling mendukung, misalnya bahwa Sanherib tidak pernah merebut Yerusalem.