Alur
Dek adalah seorang Yautja bertubuh kecil dari Yautja Prime[a] yang mendambakan pengakuan ayahnya, Njohrr, pemimpin klan mereka. Ia bertekad memburu Kalisk, predator puncak yang konon mustahil dibunuh dan menghuni Genna—sebuah "planet kematian" yang bahkan ditakuti oleh Njohrr. Namun sebelum sempat berangkat, Njohrr datang dan memerintahkan putra sulungnya, Kwei, untuk membunuh Dek karena dianggap sebagai terlalu lemah. Kwei menolak perintah itu dan diam-diam mengaktifkan kapal transportnya untuk menyelamatkan Dek dengan mengirimnya ke Genna. Dek hanya bisa menyaksikan dengan putus asa ketika Njohrr mengeksekusi Kwei di hadapannya.
Kapal Dek jatuh darurat di Genna, memaksanya bertahan hidup di lingkungan yang penuh ancaman, baik dari tumbuhan maupun makhluk buas. Dalam situasi terjepit, ia terpaksa bekerja sama dengan Thia, android rusak milik Weyland-Yutani Corporation, yang seluruh anggota timnya telah tewas saat berusaha menangkap Kalisk. Thia membantu Dek untuk mengenal medan dan melacak Kalisk. Mereka kemudian ditemani oleh seekor makhluk kecil yang diberi nama Bud oleh Thia. Bud merasa Dek sebagai salah satu kawanannya dengan meludahkan air liurnya kepadanya. Di sisi lain, Tessa—android lain yang disebut Thia sebagai “saudarinya”—telah dipulihkan dan diaktifkan kembali untuk mulai kembali memburu Kalisk.
Setelah menemukan jasad rekan-rekannya, Thia yang merasa Dek tidak mungkin menang melawan Kalisk menghubungi pihak Weyland-Yutani dan berusaha memperbaiki dirinya. Merasa dikhianati, Dek memicu kebakaran tumpahan minyak untuk memancing Kalisk keluar. Pertarungan sengit pun terjadi. Meski Dek berhasil memenggal kepala Kalisk, makhluk itu beregenerasi, mengalahkannya, namun tidak membunuhnya setelah mencium bau tubuh Dek. Tak lama kemudian, pasukan Weyland-Yutani tiba, menangkap Dek dan Kalisk, lalu menahan mereka sebagai objek penelitian. Tessa mulai bereksperimen pada Dek, tetapi Thia mencoba menghentikannya. Menganggap belas kasihan Thia sebagai kelemahan, Tessa memutuskan untuk menonaktifkan Thia.
Dengan bantuan Thia, Dek berhasil melarikan diri. Ia kemudian menyadari bahwa Bud adalah anak Kalisk, yang mengenali bau air liurnya pada tubuh Dek. Menyadari hal itu, Dek memutuskan kembali untuk menyelamatkan Thia dan Kalisk yang ditawan. Tanpa senjata canggih Yautja, ia membuat persenjataan organik dari sumber daya Genna. Bersama Bud, ia menyerbu fasilitas Weyland-Yutani, membunuh para penjaga dan membebaskan Thia, yang kembali mendapatkan kakinya. Dek berhadapan dengan Tessa yang menggunakan meka raksasa dan menggunakan plasmacaster milik Dek. Thia membantu Kalisk kabur, dan bersama-sama mereka bertarung melawan Tessa. Kalisk pada akhirnya berhasil menaklukan Tessa dan memakannya. Namun granat kriogenik yang terkandung di dalam tubuh Tessa menyebabkan Kalisk meledak. Saat Tessa hendak membunuh Thia, Dek menghabisinya dan merebut kembali plasmacasternya, sementara Bud merenggut kepalanya.
Beberapa waktu kemudian, Dek kembali ke Yautja Prime bersama Thia yang telah pulih sepenuhnya dan Bud yang kini tumbuh lebih besar. Ia mempersembahkan tengkorak Tessa kepada ayahnya sebagai trofi dan menuntut perangkat jubah kamuflase Njohrr sebagai imbalan. Ayahnya menolak permintaannya dan menyuruh para pengawal untuk membunuhnya. Dek pun membunuh para pengawal dan menantang Njohrr dalam duel. Ia menang, memotong lengan ayahnya dan mengurungnya dalam sangkar laser. Njohrr yang telah tidak berdaya akhirnya mengakui Dek dan menerimanya masuk ke dalam klan, tetapi Dek menjawabnya bahwa ia sudah punya klan sendiri. Ia membiarkan Bud memakan kepala Njohrr dan mengambil jubah kamuflasenya. Saat Dek, Thia, Bud, dan sisa anggota klan bersiap menghadapi situasi berikutnya, sebuah kapal raksasa muncul di dekat mereka. Dek menatapnya dan berkata bahwa kapal itu milik ibunya.
Produksi
Pengembangan
“Pada Februari 2024, terungkap bahwa sebuah film mandiri dalam waralaba Predator berjudul Badlands sedang dikembangkan, dengan Dan Trachtenberg ditetapkan sebagai sutradara. Ia sebelumnya menyutradarai dan ikut menulis cerita Prey (2022) dan Predator: Killer of Killers (2025), sementara naskah Badlands ditulis bersama Patrick Aison, yang juga menulis Prey.[9] Para penulis Brian Duffield, Bryan Fuller, Patrick Somerville, dan Ben Schwartz dikreditkan atas "materi literlal tambahan (tidak ada di layar)".[10] Dan menyebut pengaruh gaya dan tema dari karya-karya Frank Frazetta dan Terrence Malick, Conan the Barbarian, Drax the Destroyer, film-film seperti Shane (1953), Mad Max 2 (1981), The Book of Eli (2010), berbagai film kobi karya Clint Eastwood, serta permainan video Shadow of the Colossus (2005).[6] Pada bulan Juni, Elle Fanning dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dalam peran ganda,[11] dan keterlibatannya dikonfirmasi pada Agustus.[12]
Dengan mengambil pengaruh dari jagat perluasan waralaba Predator, Badlands dimaksudkan sebagai entri mandiri dalam seri ini, berlatar di dunia asal para Predator dan berfokus pada budaya spesies mereka.[13][14] Untuk tujuan ini, sebuah bahasa tertulis dan lisan yang konsisten bagi para Predator dikembangkan khusus untuk film tersebut oleh ahli bahasa Britton Watkins.[15][16] Film ini menambahkan istilah "Yautja" dan "Yautja Prime" ke dalam seri film Predator untuk merujuk masing-masing pada spesies Predator dan dunia asal mereka.[6] Istilah-istilah ini pertama kali diperkenalkan dalam jagat perluasan waralaba tersebut, muncul perdana dalam novel tahun 1994 Aliens vs. Predator: Prey karya S.D. Perry dan Steve Perry, yang merupakan spin-off dari seri komik Aliens vs. Predator terbitan Dark Horse Comics.[17] Berbeda dari film-film sebelumnya, Predator bernama Dek menjadi protagonis alih-alih antagonis.[18] Dek diperankan oleh Pemeran pengganti Dimitrius Schuster-Koloamatangi, yang juga mempelajari bahasa Predator secara khusus untuk peran tersebut.[14] Untuk menciptakan penampilan fisik Dek, Studio Gillis merancang sebuah kostum makhluk untuk menggambarkan tubuh Dek, sementara wajahnya ditingkatkan secara digital menggunakan animasi komputer berbasis motion capture guna menyampaikan ekspresi emosional yang lebih halus.[14][6][13] Wētā Workshop juga berkontribusi pada efek praktis dan desain film ini.[6] Perusahaan fiksi Weyland-Yutani yang tampil dalam waralaba waralaba Alien (dan diciptakan oleh penulis skenario Dan O'Bannon untuk film Alien tahun 1979) muncul dalam film ini.[4]
Syuting
Pengambilan gambar utama dimulai di Selandia Baru pada 27 Agustus 2024 dengan judul pengerjaan Backpack,[12] dan selesai pada akhir Oktober.[19] Jeff Cutter bertugas sebagai sinematografer, setelah sebelumnya bekerja dengan Trachtenberg dalam Prey.[20] Olivier Dumont dan Kathy Siegel masing-masing menjabat sebagai pengawas efek visual produksi dan produser efek visual, menciptakan citra komputer film melalui vendor efek visual Industrial Light & Magic (ILM), Wētā FX, Rising Sun Pictures, Trixter, Important Looking Pirates, The Yard VFX, dan Framestore.[21][6] Menurut Trachtenberg, setiap adegan dalam film ini memerlukan pengerjaan efek visual[6]