Batak Toba
Sinaga merupakan salah satu keturunan Si Raja Lontung dengan Si Boru Pareme. Sinaga memiliki tiga orang anak laki-laki, yaitu:
- Raja Bonor (yang menurunkan Sinaga Bonor)
- Raja Ompu Ratus (yang menurunkan Sinaga Ratus)
- Raja Hasagian (yang menurunkan Sinaga Uruk)
Ketiganya memiliki masing-masing tiga anak laki-laki yang menjadi leluhur marga Sinaga, yakni:
Sinaga Bonor
- Raja Pande
- Raja Tiang Ditonga
- Raja Suhut Nihuta
Sinaga Ratus
- Ratus Magodang
- Raja Sitinggi
- Raja Siongko
Sinaga Uruk
- Guru Hatahutan
- Raja Barita
- Datu Hurung
Berdasarkan silsilah tersebut, dalam masyarakat Batak Toba, marga Sinaga dinamai "si sia ama, si tolu ompu " (artinya, sembilan bapak, tiga kakek).
Batak Simalungun
Dalam masyarakat Batak Simalungun, marga Sinaga merupakan salah satu dari empat marga Batak Simalungun pada saat terjadi harungguan bolon (artinya, musyawarah akbar) antara Raja Nagur, Raja Banua Sobou, Raja Banua Purba, dan Raja Saniang Naga. Musyawarah ini bertujuan untuk mengikat janji agar keempat penguasa tersebut tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (dalam bahasa Simalungun: Marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munsuh).
Keturunan dari Raja Saniang Naga adalah marga Sinaga yang menjadi penguasa Kerajaan Batangiou di Asahan. Menurut Taralamsyah Saragih Garingging, pada saat Kerajaan Majapahit melakukan ekspansi ke Sumatera pada abad ke-14, pasukan dari Jambi yang dipimpin oleh Panglima Bungkuk melarikan diri ke Kerajaan Batangiou dan mengaku diri sebagai marga Sinaga. Ia berhasil mengalahkan Tuan Raya Si Tonggang Sinaga dari Kerajaan Batangiou dalam suatu ritual adu sumpah (sibijaon). Keturunannya menjadi marga Sinaga Dadihoyong, yang kemudian hari menjadi penguasa Kerajaan Tanoh Jawa menggantikan Kerajaan Batangiou.[1]
Beberapa sumber mengatakan bahwa Sinaga keturunan Raja Tanoh Jawa yang berasal dari India, salah satunya adalah menurut Tuan Gindo Sinaga keturunan dari Tuan Jorlang Hatara. Beberapa keluarga besar Partongah Raja Tanoh Jawa menghubungkannya dengan daerah Nagaland (Negeri Naga) di India Timur Laut yang berbatasan dengan Myanmar yang kemungkinan memiliki persamaan dengan adat kebiasaan, postur wajah dan anatomi tubuh.[2]
Berikut cabang asli marga Sinaga dari Simalungun :
- Dadihoyong / Nadihoyong
- Dadihoyong Hataran / Nadihoyong Hataran
- Dadihoyong Bodat / Nadihoyong Bodat
- Sidasuhut
- Porti
- Sidabariba (berbeda dengan marga Sidabariba (Silalahi))
- Sidalogan
- Sidahoro
- Simaibang
- Simandalahi
- Simanjorang
- Urug
- Sidahapintu
Berikut Marga-marga yang ber-etnis Batak Simalungun, yang merupakan bagian dari marga Sinaga :
Pada masa terdahulu juga terdapat marga Manurung, Sitorus, dan Butarbutar yang berafiliasi dengan marga Sinaga di Simalungun, namun, kebanyakan dari keturunannya berbudaya Batak Toba.