Sejarah evolusi kehidupan di Bumi mengalami proses dimana organisme hidup dan organisme fosil berevolusi sejak kehidupan timbul di planet tersebut, sampai sekarang. Bumi terbentuk sekitar 4.5 miliar tahun lampau dan bukti menunjukkan bahwa kehidupan timbul sebelum 3.7 miliar tahun lampau.
Kehidupan pertamakali muncul di Bumi sekitar 3.7 miliar tahun lalu, disekitar lubang hidrotermal. Namun, kehidupan pada saat ini hanya sebatas makhluk bersel satu. Makhluk bersel banyak baru muncul pada sekitar 1 miliar tahun lalu. Pada sekitar 900 hingga 800 juta tahun lalu, hewan pertama muncul, yaitu spons laut.
Kemiripan dalam skala genetik dari seluruh spesies yang pernah hidup, mengindikasikan bahwa seluruh makhluk hidup yang pernah ada berasal dari satu leluhur bersama. Menurut beberapa ilmuwan, hingga sekarang, jumlah spesies yang sudah diidentifikasi hanya merepresentasikan sepersekian persen dari seluruh makhluk hidup yang pernah ada, mengingat usia bumi yang sangat tua. Satu penelitian mengklaim bahwa Bumi mungkin memiliki sekitar 1 triliun spesies semasa hidupnya. Namun, hanya ada sekiter 1.75 hingga 1.8 juta spesies yang sudah dinamai , dan 1.8 juta spesies yang sudah terdokumentasi di databasis pusat. Spesies-spesies hewan yang masih hidup saat ini, hanya mewakili satu persen dari seluruh spesies hewan yang pernah ada. (Selengkapnya...)
Biota Ediakara (/ˌiːdiˈækərən/; sebelumnya Vendian) terdiri dari organisme yang berbentuk tabung dan seperti daun yang penuh teka-teki, kebanyakan sesil yang hidup selama Periode Ediakara (ca. 635-542 juta tahun yang lalu). Fosil jejak organisme ini telah ditemukan di seluruh dunia, dan merupakan organisme multiseluler kompleks yang paling awal yang diketahui. Biota Ediacaran mungkin telah mengalami radiasi dalam peristiwa yang diusulkan disebut letusan Avalon, 575 juta tahun yang lalu, setelah Bumi telah mencair dari glasiasi yang luas selama periode Kriogenium. Sebagian besar biota Ediakara menghilang dengan adanya peningkatan keanekaragaman hayati yang cepat yang dikenal sebagai ledakan Kambrium. Sebagian besar bangun tubuhhewan yang ada saat ini pertama kali muncul dalam catatan fosil dari Periode Kambrium bukannya Ediakara. Untuk makroorganisme, biota Kambrium tampaknya telah sepenuhnya menggantikan organisme yang mendominasi catatan fosil Ediakara, meskipun hubungan organisme-organisme tersebut masih menjadi perdebatan. (Selengkapnya...)
Tyrannosaurus adalah sebuah genusdinosaurusteropoda yang tergolong ke dalam kladCoelurosauria. SpesiesTyrannosaurus rex (sering dijuluki T. rex atau T-Rex; "rex" berarti "raja" dalam bahasa Latin) adalah salah satu teropoda besar yang paling dikenal oleh khalayak luas. Tyrannosaurus hidup di sebuah benua yang dikenal dengan nama Laramidia, yang kini telah berubah menjadi Amerika Utara bagian barat. Tyrannosaurus jauh lebih tersebar daripada hewan-hewan Tyrannosauridae lainnya. Fosil-fosil Tyrannosaurus telah ditemukan di berbagai formasi geologi dari zaman Kapur Akhir sekitar 68 hingga 65 juta tahun yang lalu. Tyrannosaurus merupakan salah satu dinosaurus nonburung terakhir sebelum terjadinya peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen. (Selengkapnya...)
Triceratops (/traɪˈsɛrətɒps/; terj. har.'wajah bertanduk tiga') adalah genus dari dinosaurusceratopsiachasmosaurinae yang hidup pada sub-kala Maastrichtium akhir pada kala Kapur Akhir, sekitar 68 hingga 66 juta tahun lalu pada wilayah yang sekarang merupakan Amerika Utara. Genus ini merupakan salahsatu yang terakhir diketahui dari dinosaurus non-burung, punah pada Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen. Nama Triceratops yang secara harfiah memiliki arti "wajah bertanduk tiga" berasal dari kata Yunani trí-code: grc is deprecated (τρί-) berarti "tiga", kérascode: grc is deprecated (κέρας) berarti 'tanduk', dan ṓpscode: grc is deprecated (ὤψ) berarti "wajah".
Memiliki embel-embel bertulang yang besar, tiga tanduk pada tengkorak dan memiliki tubuh yang besar dan berkaki empat, Triceratops menunjukkan evolusi konvergen dengan bovinae dan badak, menjadikannya salahsatu dinosaurus (secara umum) dan anggota ceratopsia yang paling umum dikenali. Mereka juga merupakan anggota yang paling besar, yang dapat tumbuh hingga panjang 8-9 meter dan berat 5-9 ton metrik. Triceratops hidup bersamaan dan dimangsa dengan Tyrannosaurus, meski kurang meyakinkan bahwa dua individu dewasa dapat bertarung dengan cara yang sedemikian rupa seperti yang banyak digambarkan pada museum maupun media populer. Fungsi dari embel-embel dan tiga tanduk genus ini menginspirasi banyak debat. Secara tradisional, fitur-fitur tersebut dipandang sebagai alat pelindung diri dari perdator. Interpretasi lebih baru menemukan bahwa fitur tersebut kemungkinan umum digunakan untuk indentifikasi spesies, mencari pasangan dan simbol kekuasaan, seperti fungsi tanduk pada ungulata moderen. (Selengkapnya...)
Kimberella adalah genus hewan bilateria yang telah punah dan hanya diketahui dari batuan periode Ediakara. Organisme yang mirip siput telanjang ini makan dengan cara menggores lapisan mikroba di permukaan tempat Kimberella berada dengan cara yang mirip dengan gastropoda, meski afinitasnya pada kelompok ini masih diperdebatkan.
Spesimen-spesimen dari genus ini pertama kali ditemukan di Perbukitan Ediacara, Australia, tetapi penelitian baru-baru ini difokuskan pada penemuan masif dari spesimen-spesimen Kimberella di dekat Laut Putih di Rusia, yang mencakup rentang waktu 555hingga558 juta tahun silam. Seperti pada banyak fosil dari masa ini, hubungan evolusionernya dengan organisme-organisme lainnya masih diperdebatkan. Awalnya, paleontolog mengklasifikasikan Kimberella sebagai sejenis Cubozoa. Namun sejak 1997, ciri dari anatominya dan bekas goresannya yang mirip dengan radula, telah menjadi penanda bahwa genus ini barangkali merupakan sejenis moluska. Meski beberapa paleontolog meragukan klasifikasinya sebagai moluska, secara umum, genus ini diterima sebagai setidaknya anggota dari bilateria. (Selengkapnya...)
Phosphatodraco adalah sebuah genuspterosaurusazhdarchid yang hidup pada periode Kapur Akhir di wilayah yang sekarang bagian dari Maroko. Pada tahun 2000, sebuah spesimen pterosaurus yang terdiri dari lima tulang leher di Cekungan Fosfat Ouled Abdoun. Spesimen itu dijadikan sebagai holotipe dari genus dan spesies baru Phosphatodraco mauritanicus pada tahun 2003; nama genusnya berarti "naga dari fosfat", dan nama spesifiknya mengacu pada wilayah Mauretania. Phosphatodraco adalah pterosaurus Kapur Akhir pertama yang diketahui dari Afrika Utara, dan genus pterosaurus kedua yang dideskripsikan dari Maroko. Genus ini adalah satu-satunya jenis azhdarchid yang fosilnya menyandang leher yang terawetkan relatif lengkap, serta merupakan salah satu pterosaurus terakhir yang diketahui. Tulang punggung serviks tambahan telah dimasukkan ke dalam genus, dan telah disarankan bahwa fosil pterosaurus Tethydraco mewakili elemen sayap dari Phosphatodraco. (Selengkapnya...)