Pada awal pengoperasian layanan Transjakarta pada tahun 2004, Halte Polda beroperasi dengan bangunan lama yang fasadnya serupa dengan halte-halte Transjakarta pada awal pengoperasiannya, desain yang padat dan tinggi dengan ventilasi di sepanjang dinding halte. Halte Polda memiliki 3 dermaga di tiap sisi peronnya.
Pada tahun 2014, halte ini dipindahkan ke arah utara untuk keperluan pembangunan MRT Jakarta. Bangunan yang baru pun didirikan dan dibuka pada 14 April 2019 dengan struktur yang lebih luas dan terbuka, berbeda dari halte sebelumnya. Dermaga halte diberikan pintu peron dengan tinggi separuhnya, serupa dengan ekstensi halte-halte di Koridor 2 dan Koridor 5 Transjakarta.[1]
Layanan bus kota non-BRT
Berikut merupakan daftar layanan bus kota Transjakarta non-BRT yang tersedia di sekitar Halte Polda Metro Jaya per 8 September 2025:
Pada 29 Agustus 2025, terjadi kerusuhan demonstrasi di depan Kantor Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya). Massa yang terlibat kemudian membakar Halte Polda Metro Jaya, menyebabkan hampir seluruh bagian halte berikut JPO-nya mengalami kerusakan dan tidak dapat digunakan hingga prasarana selesai diperbaiki. Meriam air dari balik barikade Polda pun disemprotkan ke halte untuk memadamkan api, menyisakan kerangka bangunan halte di sebagian fasad.[2] Turut dibakar pula Halte Polda Metro Jaya 1 serta Halte Senen Toyota Rangga di Senen, Jakarta Pusat oleh massa anarkis.[3] Semua barang-barang yang ada di halte dibakar dan dijarah oleh amukan massa. Bersamaan pula dengan insiden ini, seluruh layanan Transjakarta juga sempat tidak beroperasi hingga situasi kembali kondusif.[4] Saat sudah kondusif, layanan tetap dijalankan dengan dialihkan pada shelter non-BRT yang ada bahkan yang sempat terbakar sekalipun.[5]
Halte Polda Metro Jaya kemudian direnovasi secara intensif untuk memenuhi target dari Gubernur DKI Jakarta dalam rangka pemulihan layanan transportasi umum. Meski menjadi halte dengan kerusakan paling parah, renovasi pun selesai dan halte pun dioperasikan kembali pada 8 September 2025 melalui uji coba berpelanggan bersama dengan halte-halte lain yang juga direnovasi. Usai direnovasi, halte ini telah kehilangan seluruh fasad dinding dan pintu peronnya, yang kemudian digantikan dengan terali sederhana berwarna hitam. Papan petunjuk arah, instalasi lampu, dan kipas angin telah dipasang di halte ini. Ludesnya gerbang halte juga membuat akses menuju halte digantikan dengan mesin Tap-on-Bus (TOB) yang dipasang di muka halte. Meskipun begitu, akses menuju halte ini melalui JPO tetap dapat dilalui walaupun liftnya masih dalam pemulihan. Bahkan dilakukan pemasangan ubin keramik di lantai halte yang menjadikan bagian dalam halte lebih cerah daripada sebelumnya.[6]
Galeri
Tampak luar Halte Polda Metro Jaya, 2022.
Bangunan Halte Polda Metro Jaya dari sisi serong, 2023.
Tampak luar Halte Polda Metro Jaya, 2024.
Suasana di dalam halte dengan tampaknya kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya di sisi tenggara halte, 2022.
Jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk mengakses halte, 2022.
Rak sepeda pada sisi barat jalan arah Kota di bawah rampa JPO, 2024.