Pengembangan film dimulai tak lama sebelum On Stranger Tides dirilis pada Mei 2011, dengan Rossio menulis naskah awal dan Depp ikut terlibat dalam proses penulisan. Pada awal 2013, Nathanson direkrut untuk menulis naskah baru, sementara Rønning dan Sandberg bergabung tak lama kemudian. Para pembuat film menyebut film pertama dalam seri ini, The Curse of the Black Pearl (2003), sebagai inspirasi dari naskah dan nuansa film ini. Awalnya direncanakan rilis pada 2015, film ini ditunda hingga 2016 dan kemudian 2017 karena masalah naskah dan anggaran. Pengambilan gambar utama dimulai di Australia pada Februari 2015 setelah pemerintah Australia menawarkan insentif pajak sebesar $20 juta kepada Disney, dan berakhir pada Juli tahun itu. Dengan anggaran produksi diperkirakan mencapai $230–320 juta, film ini termasuk salah satu film termahal yang pernah dibuat.
Dead Men Tell No Tales tayang perdana di Shanghai Disney Resort pada 11 Mei 2017 dan dirilis di Amerika Serikat pada 26 Mei. Film ini menerima ulasan yang umumnya negatif dari para kritikus dan meraup pendapatan global sebesar $795,9 juta.
Plot
Dalam Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales, cerita melanjutkan kisah Will Turner, yang telah terpisah dari Elizabeth Swann selama lebih dari 12 tahun karena terikat kutukan Flying Dutchman. Putra mereka, Henry Turner, percaya bahwa kutukan Will bisa dipatahkan dengan Trisula Poseidon (Trident of Poseidon), artefak legendaris yang mampu menghancurkan semua kutukan di laut.
Henry kemudian tumbuh besar dan bergabung dengan Angkatan LautBritania Raya, tetapi perjalanannya membawanya ke dalam jebakan supernatural di Segitiga Setan (Devil's Triangle) dan menemukan kapal hantuSilent Mary. Para pelaut di kapal Henry dibantai oleh hantu yang dipimpin oleh pemburu bajak laut Spanyol, Kapten Armando Salazar, yang membunuh kru Henry dan mengirimnya untuk menyampaikan pesan dendam kepada Jack Sparrow. Salazar dulunya adalah pemburu bajak laut yang tewas akibat jebakan Jack muda, dan kini ia bersama krunya kembali sebagai mayat hidup karena kutukan tersebut.
Di pulau Saint Martin, Jack yang tengah mengalami nasib buruk bertemu dengan Carina Smyth, seorang astronom muda yang dituduh sebagai penyihir. Carina memiliki buku harian misterius milik ayahnya yang diyakini berisi petunjuk menuju Trisula. Bersama Henry, Carina dan Jack melarikan diri dari penjara dan berlayar dengan kapal Dying Gull.
Sementara itu, Barbossa bersekutu dengan Salazar untuk melacak Jack. Namun, setelah mengetahui bahwa Carina adalah putrinya yang telah lama hilang, Barbossa berbalik membantu Jack dan kru-nya, membesarkan kembali kapal legendaris Black Pearl dan memimpin pencarian Trisula.
Konflik klimaks terjadi di dasar laut ketika laut terbelah dan mereka menemukan Trisula. Salazar, yang merasuki tubuh Henry, hampir mendapatkan artefak tersebut. Namun setelah Henry menghancurkan Trisula, semua kutukan laut hancur: Will Turner pun akhirnya bebas. Barbossa mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan putrinya dan yang lainnya dari laut yang kembali menutup.
Film berakhir dengan reuni yang mengharukan antara Will dan Elizabeth di Port Royal, sementara Jack kembali berlayar bersama monyet Barbossa. Namun, adegan pasca-kredit memberi petunjuk bahwa Davy Jones — musuh lama — mungkin masih hidup, memperlihatkan siluet dan jejak teritip di kamar Will dan Elizabeth.