Philip Mantofa lahir di Surabaya pada tanggal 27 September 1974. Ia merupakan anak kedua dari Hardi Mantofa dan Suzanna Lindawati, kakaknya yaitu Maxixe Mantofa serta adiknya adalah John Mantofa.
Keadaan otaknya waktu itu juga tidak dibanding pada umumnya. Hal tersebut yang membuat ibunya terus menerus berdoa untuk kesembuhannya dan bernazar menyerahkan Philip untuk dijadikan seorang hamba Tuhan. Berdasarkan kesaksiannya semua keadaan itu berubah saat berjalan menuju ke sekolahnya di Taipei, Taiwan. Mendengarkan doa mamanya di Indonesia, Tuhan sembuhkan ia secara ajaib.
Masa sekolah
Orang tuanya menyekolahkan Philip beserta Maxixe di sekolah dasar Ho Bu Guo Xiao, Taipei, Taiwan, sekalian untuk perawatan kesehatan. Tak lama kemudian mereka pulang ke Indonesia dan bersekolah di SDK St. Aloysius, Kepanjen, Surabaya. Philip menemui permasalahan serius sehingga orang tuanya menyekolahkan ke Singapura. Di Singapura, Philip terlibat okultisme dari buku yang ia beli. Akibat dari permasalahan di Singapura itu, akhirnya, orang tua Philip menyekolahkannya di Vancouver, Kanada bersama kedua saudaranya. Hingga di tahun 1992, Tuhan menyelamatkan hidupnya.
Pernikahan dan Keluarga
Pada tahun 1995, Philip mulai menjalin hubungan dengan Irene Saphira, putri kedua Pdt. Jusuf Soegiarto Soetanto, Gembala Sidang GBI Jemaat Mawar Sharon Surabaya. Ia dan Irene sudah bersahabat bertahun-tahun sebelumnya. Pertama kali Philip bertemu dengan Irene adalah saat beribadah di GBI Jemaat Mawar Sharon Surabaya. Philip dan Irene berpacaran selama empat tahun. Mereka sangat jarang bertemu karena posisi Philip waktu itu yang berada di Kanada, sedangkan Irene di Indonesia. Pada tahun 1999, Philip dan Irene secara resmi menikah. Saat ini, mereka telah dikaruniai tiga anak: Vanessa, Jeremy, dan Warren.
Kehidupan Spiritual
Pertobatan
Pertobatan Philip Mantofa dimulai pada tahun 1992, pada saat ia hendak meninggalkan sebuah gereja di Vancouver, Kanada. Philip menerima bimbingan rohani Pdt. Sonny Mandagie dari “Emmanuel Indonesian Christian Fellowship". Akhirnya Philip memutuskan untuk kuliah di Sekolah Teologi, Philip akhirnya menyelesaikan studi di Columbia Bible College, British Columbia, Canada dan diwisuda pada 20 April 1996.
Pelayanan
Philip di permulaan pelayanannya, adalah sebagai mahasiswa praktik pada tahun 1994 di sebuah gereja di Ungaran, Jawa Tengah, yang saat itu di bawah kepemimpinan Pdt. Samuel Handoko Mulyanto. Setelah kembali ke Indonesia di tahun 1998, Philip setia melayani Tuhan dari awalnya sebagai pemimpin PEMASA (kini disebut Connect Group) atau kelompok sel (komsel) pemuda di GBI Jemaat Mawar Sharon Surabaya, hingga kini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Sinode Gereja Mawar Sharon.