Indonesia berkompetisi di Pesta Olahraga Remaja Difabel Asia 2021 yang diselenggarakan di Manama, Bahrain, pada tanggal 2 hingga 6 Desember 2021. Kontingen Indonesia beranggotakan 35 atlet yang bertanding di tujuh cabang olahraga.[2] Edward Hutahayan, Bendahara Komite Paralimpiade Nasional Indonesia, bertindak sebagai kepala delegasi.
Karena ketidakpatuhan terhadap aturan Anti-Doping baru dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA), Indonesia tidak diizinkan untuk diwakili oleh bendera mereka. Sebagai gantinya, mereka menggunakan bendera berlambang NPC Indonesia.[3]
Kontingen Indonesia membawa pulang 37 medali dengan rincian 12 emas, 11 perak, dan 14 perunggu. Para-atletik menjadi cabang olahraga paling banyak menyumbang medali emas bagi Indonesia dengan total empat keping dalam pesta olahraga terbesar di Asia untuk atlet muda disabilitas tersebut.
Empat medali emas tersebut diraih masing-masing oleh Ryan Arda Diarta (200 meter putra T44), Muhamad Dimas Ubaidillah (400m putra T11), Firza Faturahman Listianto (100 meter putra T46), dan Sholahuddin Al-Ayyubi (tolak peluru putra F41). Sementara itu tiga medali emas didapat dari para-renang melalui M. Gerry Pahker (100 meter gaya dada putra SB6) dan Mutiara Cantik Harsanto (100 meter gaya kupu-kupu putri S9 dan 100 meter gaya punggung putri S9).
Kemudian di para-angkat berat Indonesia meraih dua medali emas melalui Dwiska Afrilia Maharani(79kg putri) dan Elsa Dewi Saputri (+86kg putri). Dua medali emas juga diboyong tim para-bulu tangkis masing-masing melalui Hikmat Ramdani/Adinda Nugraheni (ganda campuran SL3-SL4/SU5) dan Hikmat Ramdani (tunggal putra SU5). Sementara Febriyanti Vani Rahmadhani menyumbang satu emas dari cabang olahraga boccia kategori BC 2 putri.