Indonesia berpartisipasi pada Pesta Olahraga Remaja Difabel Asia 2017 di Dubai yang digelar tanggal 7 hingga 14 Desember. Indonesia mengirimkan 26 atlet dan 9 ofisial. Indonesia mengikuti 5 cabang olahraga dari 7 yang diperlombakan. Indonesia tidak mengirimkan atletnya pada cabang olahraga Boccia dan Bola gawang.[1]
Kontingen Indonesia berhasil meraih 16 medali emas, 7 medali perak, 5 medali perunggu, dan menempati peringkat ketujuh dalam klasemen medali.[2] Kontingen Indonesia meraih 3 emas dari cabang olahraga atletik, 4 emas dari bulu tangkis, 4 emas dari renang, dan 5 emas dari tenis meja. Hasil ini lebih baik dibanding edisi sebelumnya di Malaysia dengan 8 medali emas menempati urutan 14.
Ajang ini dikuti sebanyak 30 negara Asia, negara yang berhasil menjadi juara umum adalah Jepang dengan 43 emas, 29 perak, dan 26 perunggu; Iran berada di urutan kedua dengan 39 emas, 44 perak, dan 35 perunggu; Tiongkok di urutan ketiga dengan 27 emas, 9 perak, 5 perunggu; Uzbekistan di urutan keempat dengan 20 emas, 6 perak, dan 2 perunggu.[3]
"Kami dengan membawa 26 atlet junior dengan usia maksimal 21 tahun pada AYPG di Dubai tahun ini, berhasil merebut 16 medali emas, tujuh perak dan lima perunggu, sehingga menempati urutan tujuh atau naik dibanding sebelum rangking 14 di Malaysia 2013," kata ketua Kontingen NPC Indonesia, Sapta Kunta Purnama, pada Jum'at 15 Desember 2017.
Pencapaian Indonesia ini dianggap telah memenuhi target yang dicapai, walaupun sebenarnya tidak ada target khusus yang diberikan. "Sebenarnya tidak ada target khusus, ini lebih ke pembinaan atlet muda dan persiapan untuk Asian Para Games 2018," tutur Kepala Delegasi Indonesia, Sapto Kunto Purnomo seperti dikutip Bolasport.com dari Tribun Solo.
Menurut dia, Indonesia menargetkan mendulang emas di renang, bulu tangkis dan tenis meja.
"Semua terpenuhi dengan capaian emas di tiga cabor tersebut," ucap Sapto Kunto Purnomo.