Pertempuran Memel atau Pengepungan Memel (bahasa Jerman:Erste Kurlandschlachtcode: de is deprecated ) adalah pertempuran yang terletak di Front Timur pada saat Perang Dunia II. Pertempuran ini dimulai saat Tentara Merah melancarkan operasi ofensif Memel (bahasa Rusia:Мемельская наступательная операция)code: ru is deprecated pada akhir tahun 1944. Serangan tersebut berhasil mendorong pasukan Jerman yang tersisa di wilayah yang sekarang menjadi Lituania dan Latvia ke sebuah pangkalan terdepan kecil di Klaipėda (Memel) dan pelabuhannya, yang menyebabkan pengepungan selama tiga bulan di posisi tersebut.
Serangan Belarusia oleh Soviet pada bulan Juni–Agustus 1944 (atau yang lebih dikenal sebagai Operasi Bagration) telah mengakibatkan Satuan Darat Grup Tengah Jerman hampir hancur dan terusir di wilayah yang sekarang disebut Belarus, sebagian besar wilayah yang kini disebut Lituania, dan sebagian besar Polandia. Selama Agustus dan September pada tahun yang sama, serangkaian serangan balik Jerman, Operasi Doppelkopf dan Cäsar, berhasil menghentikan laju Soviet dan mempertahankan koneksi antara Satuan Darat Grup Tengah dan Utara milik Jerman; tetapi, Stavka melakukan persiapan untuk serangan oleh Front Baltik I terhadap posisi Tentara Panzer ke-3 dan selanjutnya menuju Memel, sehingga kedua Satuan Darat atau Grup Angkatan Darat tersebut terpecah.
Jenderal Soviet Bagramyan berencana melancarkan serangan utamanya di sektor 19 km di barat Šiauliai. Ia memusatkan hampir separuh pasukannya di area ini, menggunakan teknik penyembunyian untuk menghindari penumpukan pasukan Jerman, dan berusaha meyakinkan komando Jerman bahwa sumbu serangan utama akan menuju Riga.[1]
Pada 5 Oktober, Bagramyan membuka serangan terhadap Tentara Panzer ke-3 di garis depan sejauh enam puluh mil, memusatkan kekuatan terobosannya melawan Divisi Grenadier ke-551 yang relatif lemah.[2] Divisi Grenadier ke-551 runtuh pada hari pertama dan penetrasi sejauh 16 km (10 mil) berhasil dilakukan. Bagramyan kemudian mengerahkan Tentara Tank Garda ke-5 untuk menerobos, dengan tujuan garis pantai di utara Memel. Pada 7 Oktober, terjadi keruntuhan menyeluruh pada posisi Tentara Panzer ke-3, dan penetrasi lebih jauh ke selatan dilakukan oleh Tentara ke-43Afanasy Beloborodov. Markas besar Tentara Panzer ke-3 telah diserbu oleh Tentara Tank Garda ke-5, dan Raus serta stafnya harus berjuang untuk masuk ke Memel.[3]
Komandan Grup Tentara tetangga, Ferdinand Schörner, memberi sinyal pada 9 Oktober bahwa ia akan melancarkan serangan untuk membebaskan Memel jika pasukan dapat dibebaskan dengan mengevakuasi Riga. Keputusan mengenai hal ini ditunda, tetapi Kriegsmarine berhasil menarik sebagian besar garnisun dan beberapa warga sipil dari pelabuhan tersebut sementara waktu.[4] Korps XXVIII di bawah komando Gollnick mempertahankan garis pertahanan di sekitar kota itu sendiri.
Keberhasilan serangan di sektor utara mendorong komando Soviet untuk mengizinkan Front Belarusia III mencoba menembus ke wilayah utama Prusia Timur. Penyerangan ini, Operasi Gumbinnen, menemui perlawanan Jerman yang sangat kuat dan dihentikan dalam beberapa hari.
Pengepungan
Penghentian Operasi Gumbinnen berarti bahwa pasukan Soviet (terutama dari Tentara ke-43) mulai melakukan blokade terhadap pasukan Jerman yang telah mundur ke Memel. Pasukan Jerman, yang sebagian besar terdiri dari unsur-unsur Divisi Großdeutschland dan Divisi Infanteri ke-58 serta Divisi Panzer ke-7, didukung oleh pertahanan taktis yang sangat diperkuat, tembakan artileri oleh Satuan Tugas Jerman, yang berpusat di sekitar kapal penjelajah berat Prinz Eugen dan Lützow,[5] serta koneksi yang lemah dengan sisa wilayah di Prusia Timur melalui Bura Kuron.
Blokade, dan pertahanan dipertahankan sepanjang November, Desember, dan sebagian besar Januari. Selama periode tersebut, warga sipil yang tersisa dan telah mengungsi ke kota, beserta dengan personel militer yang terluka, dievakuasi melalui laut. Pada periode ini, Divisi Großdeutschland dan Panzer ke-7 ditarik mundur setelah mengalami kerugian besar, dan digantikan oleh Divisi Infanteri ke-95, yang tiba melalui laut.
Kota itu akhirnya ditinggalkan pada tanggal 27 Januari 1945. Keberhasilan Serangan Prusia Timur Soviet ke selatan membuat posisi pangkalan terdepan tidak dapat dipertahankan, dan telah diputuskan untuk menarik Korps XXVIII dari kota tersebut ke Samland untuk membantu pertahanan di sana. Pasukan-pasukan sisa Divisi Infanteri ke-95 dan ke-58 dievakuasi ke Bura Kuron, dengan Divisi Infanteri ke-58 bertindak sebagai barisan belakang untuk penarikan tersebut.[6] Unit-unit terorganisir Jerman yang terakhir pergi meninggalkan tempat tersebut pada pukul 4 pagi, tanggal 28 Januari. Beberapa jam kemudian, pasukan Soviet mengambil alih pelabuhan.
Akibat
Memel, yang sebelumnya merupakan bagian dari Lituania antara tahun 1923 dan 1939 sebelum dimasukkan kembali ke Jerman, diserahkan kepada RSS Lituania di bawah administrasi Soviet. Pada tahun 1947, nama kota tersebut secara resmi diubah menjadi Klaipėda.[7]
↑Sebagian besar dari formasi yang dievakuasi kemudian dihancurkan di sekitar Pillau, dengan Divisi Infanteri ke-95 terputus dan dihancurkan di Palmnicken pada pertengahan April.
Prager, Hans Georg (2002). Panzerschiff Deutschland, Schwerer Kreuzer Lützow: ein Schiffs-Schicksal vor den Hintergründen seiner Zeit (dalam bahasa Jerman). Hamburg: Koehler. ISBN978-3-7822-0798-0.
Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.