19 legiun, 33.000 kavaleri bersekutu; jumlah lebih dari 100.000 hingga 223.000 pasukan, jika angka bantuan cocok dengan angka legiun
17 legiun, 17.000 kavaleri bersekutu; jumlah lebih dari 100.000 hingga 187.000 pasukan, jika angka bantu cocok dengan angka legiun
Korban
tidak diketahui
Seluruh pasukan menyerahkan diri
Pertempuran Filipi adalah pertempuran terakhir pada Peperangan Triumvirat Kedua, antara pasukan Markus Antonius dan Oktavianus (dari Triumvirat Kedua) dan pasukan pembunuh Julius Caesar, Markus Yunius Brutus dan Gaius Cassius Longinus, pada tahun 42 SM, di Filipi, Makedonia. Triumvirat Kedua menyatakan bahwa perang saudara ini untuk membalas dendam akan pembunuhan Julius Caesar.
Pertempuran ini terbagi menjadi 2 pertempuran di dataran sebelah barat dari kota kuno Filipi. Yang pertama terjadi pada minggu pertama bulan Oktober; Brutus berhadapan dengan Oktavianus, sementara pasukan Antonius melawan pasukan Cassius. Pada awalnya, Brutus memukul mundur Oktavianus dan memasuki perkemahan legiunnya. Namun, di selatan, Cassius dikalahkan oleh Antonius, dan melakukan bunuh diri setelah mendengar kabar palsu, bahwa Brutus juga telah kalah. Brutus mengumpulkan sisa dari pasukan Cassius, dan kedua belah pihak memerintahkan kepada tentara mereka untuk mundur kembali ke perkemahan dengan jarahan mereka, dan pertempuran tersebut pada dasarnya menjadi seri, kecuali untuk bunuh dirinya Cassius. Di pertempurna kedua, pada 23 Oktober, pasukan Brutus dibabat habis dan Brutus memlakukan bunuh diri, meninggalkan kontrol Republik Romawi kepada Triumvirat Kedua.
Referensi
Thomas Harbottle, Dictionary of Battles New York 1906
Ronald Syme. The Roman revolution. Oxford 1939
Lawrence Keppie. The making of the Roman army. New York 1984