Setelah dikalahkan: 15 tewas, 20 luka luka dan 14 ditangkal. 7 Junkers Ju 52 ditembak jatuh, pesawat Ju 52 ke-8 mendarat di Swedia dan tenggelam di danau yang membeku. Selama pertempuran: 6 terbunuh 6 luka luka 150 ditangkap
Pertempuran Dombås terjadi antara Tentara pasukan infanteri Norwegia dan pasukan terjun payung jerman Fallschirmjäger pada pertengahan April 1940. Sebagai bagian dari penaklukan Jerman terhadap wilayah selatan Norwegia dari Trondheim, dan sebagai balasan terhadap dilaporkannya pendaratan Sekutu di wilayah Romsdal selatan Norwegia bagian barat, yang akhirnya Jerman menerjunkan satu kompi pasukan terjun payung di dekat persimpangan rel kereta penting, Dombås pada 14 April 1940. Selama lima hari berikutnya, pasukan Jerman memblokade jalur rel kereta Dovre Line antara Oslo dan Trondheim, serta jalan utama antara kedua kota tersebut.
Latar belakang
Tak lama setelah Invasi Jerman ke Norwegia pada 9 April 1940, Sekutu meluncurkan kampanye mereka sendiri di Norwegia untuk membantu Angkatan Pertahanan Norwegia dan mencegah Jerman merebut wilayah kendali atas negara yang secara strategis penting.
Pada tanggal 13 April, Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst — komandan pasukan invasi Jerman di Norwegia — menerima perintah dari Oberkommando der Wehrmacht (Komando Tinggi Angkatan Bersenjata; OKW) di Berlin untuk menguasai desa Dombås, sekitar 336 km (209 mi) di utara Oslo, dengan serangan terjun payung. Alasan keputusan OKW adalah adanya laporan palsu pendaratan Sekutu di Åndalsnes, peristiwa yang hanya terjadi beberapa hari kemudian. Tugas utama pasukan Jerman adalah menghancurkan rel kereta api, serta menghalangi gerak maju Sekutu ke daratan, terutama ke selatan melalui lembah Gudbrandsdal.[8][9]