Ketut Permata Juliastrid Sari dibesarkan di Sanur, sebuah desa wisata di pesisir timur Kota Denpasar, Bali.[2][3] Ia adalah anak keempat dari pasangan Bali I Ketut Tawan dan Dwi Astuti "Wiwied" Tawan.[4][5][6]
Pada tahun 2024, Permata menjadi mahasiswa Institut Desain dan Bisnis Bali di Denpasar. Ia mengambil studi Desain Mode untuk gelar Sarjana Desain Terapan sejak tahun 2022.[7][8] Sebelumnya, Permata menempuh pendidikan Manajemen di Universitas Udayana tetapi statusnya dinyatakan non-aktif.[9]
Pada Maret 2024, bersama dengan pemenang Puteri Indonesia 2024 lainnya; Harashta Haifa Zahra, Sophie Kirana, dan Melati Tedja, Juliastrid ditunjuk sebagai duta merek untuk Bank Central Asia (BCA).[14][15][16] Penunjukan ini merupakan salah satu hasil kerjasama antar organisasi dan perusahaan sebagai salah satu sponsor utama kontes sejak edisi sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mencari perempuan yang berpotensi untuk mempromosikan produk Bank Central Asia selama masa jabatan satu tahun mereka.[14][15]
Puteri Indonesia Bali 2024
Pada tahun 2024, Juliastrid melakukan debut kontes kecantikannya dengan menjadi pemenang di Puteri Indonesia Bali 2024 yang diadakan di Balai Giri Nata Mandala, Kabupaten Badung pada 27 Januari 2024. Ia dimahkotai oleh pendahulunya Nanda Widya Saraswati dari Denpasar.[17][18] Sebagai Puteri Indonesia Bali 2024, ia berhak mewakili Bali di Puteri Indonesia 2024.[2]
Sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2024, Juliastrid akan mewakili Indonesia di Miss Cosmo 2024, pada 5 Oktober 2024 di Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Di akhir acara Juliastrid dinobatkan dan dimahkotai sebaga Pemenang pertama Miss Cosmo.[29][30] Miss Cosmo (internasional) sendiri adalah sebuang ajang atau kontes kecantikan yang baru di selenggaraklan di tahun 2024 dan langsung menjadi sorotan dunia berkat gebrakannya dalam dunia kontes kecantikan termasuk sang juara pertamanya, Ketut Permata Juliastrid.[31]
Advokasi dan platform
Juliastrid adalah seorang aktivis pariwisata, yang memperjuangkan pelestarian budaya dan alam di kampung halamannya di Bali.[32][33] Dia berfokus pada praktik pariwisata yang bertanggung jawab yang dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar di Bali. Melalui hal ini, Juliastrid ingin memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga alam dan keutuhan budaya Bali.[34][35]