Nama “Perjuangan” diambil dari kata berjuang, yang mencerminkan semangat kebersamaan dalam memajukan dan menyejahterakan masyarakat desa.[1]
Sejarah desa
Desa Perjuangan berdiri pada tahun 2005. Sebelumnya, wilayah ini merupakan bagian dari Desa Pegagan Julu IV. Luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar di Desa Pegagan Julu IV pada saat itu dinilai memengaruhi efektivitas pelayanan pemerintahan desa kepada masyarakat. Oleh karena itu, diajukan usulan pemekaran wilayah kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten. Usulan tersebut kemudian disetujui dan direalisasikan melalui pemekaran Desa Pegagan Julu IV menjadi tujuh desa, salah satunya adalah Desa Perjuangan.[1]
Pemerintahan
Desa Perjuangan terdiri dari lima dusun, diantaranya adalah:
Lae Pinagar
Lae Rias
Demografi
Suku
Demografi berdasarkan Marga di Desa Perjuangan (2019)[2]
Mayoritas penduduk Desa Perjuangan adalah Suku Batak Toba. Selain itu, terdapat juga etnis Batak Simalungun dan Batak Pakpak. Estimasi jumlah etnis Batak Pakpak di Desa Perjuangan adalah sekitar 6% dari total populasi desa, yang mayoritasnya adalah marga Matanari.
Agama
Mayoritas penduduk Desa Perjuangan memeluk agama Kristen.