Grafik berwarna biru menampilkan persentase nyata (bukan angka absolut) dari generahewan laut yang punah selama interval waktu tertentu. Grafik itu tidak mewakili semua spesies laut, hanya yang mudah menjadi fosil. Label "Lima Besar" peristiwa kepunahan tradisional dan peristiwa kepunahan Kapitanian Akhir dapat diklik; lihat Peristiwa kepunahan untuk informasi selengkapnya. (sumber dan info gambar)
Paling tidak setengah spesies yang hidup pada zaman ini mengalami kepunahan, sehingga mengosongkan relung ekologi daratan dan memberi ruang bagi dinosaurus untuk menjadi makhluk yang dominan pada periode Jura. Peristiwa ini berlangsung selama kurang dari 10.000 tahun dan terjadi sebelum pecahnya benua Pangaea.
Di lautan, analisis statistik kepunahan pada zaman ini menunjukkan bahwa penurunan keanekaragaman lebih disebabkan oleh berkurangnya proses spesiasi daripada kepunahan.[3]
Penyebab
Terdapat beberapa hipotesis yang berupaya menjelaskan penyebab peristiwa ini, tetapi jawaban sesungguhnya masih belum pasti:
Perubahan iklim secara perlahan, fluktuasi tingkat permukaan laut atau pengasaman samudra[4] pada periode Trias akhir mencapai titik kritis, tetapi hipotesis ini tidak menjelaskan mengapa kepunahan di samudra terjadi secara mendadak.
Tubrukan asteroid, tetapi hingga kini belum ditemukan kawah yang cukup besar yang berasal dari periode batas Trias-Jura.
Kawah Rochechouart di Prancis baru-baru ini diketahui berasal dari 201±2 juta tahun yang lalu,[5] tetapi dengan diameter 25km mungkin kawah ini terlalu kecil.[6] Tubrukan yang menghasilkan waduk Manicouagan terjadi sekitar 12 juta tahun sebelum peristiwa kepunahan ini, dan kawah Rochechouart diduga dihasilkan oleh pecahan penubruk yang sama.
↑T.M. Quan, B. van de Schootbrugge, M.P. Field, "Nitrogen isotope and trace metal analyses from the Mingolsheim core (Germany): Evidence for redox variations across the Triassic-Jurassic boundary", Global Biogeochemical Cycles, 22 2008: "a series of events resulting in a long period of stratification, deep-water hypoxia, and denitrification in this region of the Tethys Ocean basin"; M. Hautmann, M.J. Benton, A. Toma, "Catastrophic ocean acidification at the Triassic-Jurassic boundary", Neues Jahrbuch für Geologie und Paläontologie249.1, July 2008:119-127.
↑Tanner, L. H.; J. F. Hubert; etal. (7 June 2001). "Stability of atmospheric CO2 levels across the Triassic/Jurassic boundary". Nature. 411 (6838): 675–677. doi:10.1038/35079548. PMID11395765.
↑Blackburn, Terrence J.; Olsen, Paul E.; Bowring, Samuel A.; McLean, Noah M.; Kent, Dennis V; Puffer, John; McHone, Greg; Rasbury, Troy; Et-Touhami7, Mohammed (2013). "Zircon U-Pb Geochronology Links the End-Triassic Extinction with the Central Atlantic Magmatic Province". Science. 340 (6135): 941–945. Bibcode:2013Sci...340..941B. doi:10.1126/science.1234204. PMID23519213. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
McHone, J.G. (2003), Volatile emissions of Central Atlantic Magmatic Province basalts: Mass assumptions and environmental consequences, in Hames, W.E. et al., eds., The Central Atlantic Magmatic Province: Insights from Fragments of Pangea. American Geophysical Union Monograph 136, p.241-254.
Deenen, M.H.L.; M. Ruhl; N.R. Bonis; W. Krijgsman; W. Kuerscher; M. Reitsma; M.J. van Bergen (2010). "A new chronology for the end-Triassic mass extinction". EPSL.