Period adalah album studio keenam oleh penyanyi dan penulis lagu Amerika Serikat Kesha. Yang dirilis pada 4 Juli 2025, oleh label indenpenden miliknya sendiri, Kesha Records. Album ini menandai proyek pertamanya sejak keluar dari RCA dan Kemosabe Records pada Desember 2023. Secara musikal, Period memperlihatkan kembalinya akar pop Kesha, dengan unsur genre lain seperti polka, EDM, country pop, hyperpop, and disko.
Album ini didukung oleh perilisan lima single: "Joyride", "Delusional", "Yippee-Ki-Yay", yang menampilkan penyanyi T-Pain pada versi singlenya, "Boy Crazy", dan "The One". Untuk lebih mempromosikan album tersebut, Kesha memulai Tits Out Tour pada Juli 2025
Latar belakang
Dari tahun 2014–2023, Kesha terlibat dalam pertikaian hukum dengan mantan produsernya, Dr. Luke. Awalnya, Kesha menggugat Dr. Luke atas tuduhan penyerangan dan pemukulan seksual, tetapi Dr. Luke menggugat balik atas tuduhan pencemaran nama baik. Gugatan tersebut menghentikan karier Kesha selama beberapa tahun dan pada tahun 2016, Kesha mengajukan putusan pendahuluan untuk melepaskan diri dari kontraknya dengan RCA Records dan Kemosabe Records yang ditandatanganinya saat berusia 18 tahun. Putusan tersebut ditolak dan sejak saat itu Kesha telah merilis tiga album lagi di bawah label tersebut. Album kelima dan terakhir dibawah label tersebut, Gag Order, dirilis pada Mei 2023. Gugatannya akan disidangkan pada Juli 2023, tetapi penyelesaian dicapai sebulan sebelum tanggal persidangan, sehingga mengakhiri gugatan yang berlangsung hampir satu dekade.[1]
Pada Desember 2023, secara resmi dilaporkan bahwa Kesha telah berpisah dengan RCA dan Kemosabe, serta tim manajemennya, Vector Management. "Karena butuh awal yang baru dalam hidup saya, kami berpisah, tetapi saya akan selalu bersyukur atas perjalanan yang kami lalui," Kesha said in a statement to Variety.[2] Ia menandatangani kontrak dengan tim manajemen baru, Crush Music pada akhir Februari 2024.[3] Dalam wawancara dengan V Magazine, Kesha telah mengisyaratkan tentang musik dengan mengatakan bahwa ada hari di mana ia bebas merilis bebas.[4] Ia secara resmi dizinkan merilis musik baru secara indenpenden pada Maret 2024 dan ia mulai menulis tiga lagu sehari.[5]
Label rekaman indenpenden Kesha, Kesha Records, menandatangani kesepakatan distribusi dengan Alternative Distribution Alliance, dimiliki oleh Warner Music Group, pada September 2024.[6] Dalam wawancaranya dengan Paper pada tahun 2025, Kesha menyatakan bahwa ini adalah album pertama yang benar-benar membuatnya merasa "bebas" baik secara kreatif maupun secara hukum. "Saya benar-benar mencoba mewujudkan kebebasan dengan segala cara yang memungkinkan. Saya mencoba membiarkan diri saya merasakan seperti apa rasanya kebebasan, karena sudah hampir 20 tahun bagi saya."[7] Ia menyatakan tujuannya untuk album ini adalah untuk "menciptakan ruang aman bagi orang-orang untuk merasa sepenuhnya berwujud dan terbebas. Itulah yang diperjuangkan alabum ini, itulah yang [ia] alami secara pribadi." Saat menerima the Visionary Award di acara makan malam tahunan Center, Kesha mengatakan "[ia] ingin memasuki siklus album ini sebagai seorang wanita jalang yang sepenuhnya berdaya, sepenuhnya sembuh, dan tidak terganggu".[8]
Dalam wawancaranya dengan Billboard pada Juli 2025, ia menggambarkan album tersebut sebagai kesempatan keduanya dan cara untuk mendapatkan kembali kegembiraannya, dengan menyatakan: "Saya menunggu momen ini sepanjang hidup saya". Ia lebih lanjut merinci bahwa menyusun daftar lagu album adalah salah satu bagian tersulit dari proses pembuatan album.[9]
Komposisi
Secara musikal, album ini digambarkan sebagai rekaman pop dan hyperpop yang "lincah".[10] Album ini berisi total 11 lagu. "Freedom", lagu pembuka yang berdurasi sekitar enam menit, digambarkan sebagai "meditasi melankolis" yang bertransisi menjadi lagu house dance dan disko.[5][7]Single utamanya, "Joyride" merupakan campuran dari electropop,[11]dance-pop,[12]synth-pop,[13]EDM[14] dan polka.[15] Lagu ini memiliki pengaruh hyperpop[16] dan polka[11] dengan memanfaatkan akordeon, synth berat, dan vokal termodulasi.
Lagu ketiga, "Yippee-Ki-Yay", adalah lagu country-pop, yang menarik perbandingan dengan "A Bar Song (Tipsy)" milik Shaboozey. "Delusional" adalah balada pop[17] yang "bermuatan emosi", yang menampilkan kerentanan Kesha.[18][19] Secara lirik, lagu ini memperlihatkan penyanyi tersebut berhadapan dengan mantan pacarnya yang tampaknya tidak mampu menghadapi kenytaan.[20] "Love Forever" dideskripsikan sebagai komposisi disko retro yang menggunakan vocoder.[21] Single keempat, "Boy Crazy", adalah lagu hyperpop "berenergi tinggi" yang memperlihatkan Kesha bernyanyi dari sudut pandang seorang wanita penggoda yang mesum dan berhati liar femme fatale.[22] "Glow" memperlihatkan vokal yang tersendat-sendat dari Kesha melalui synth 8-bit.[10] Lagu penutup, "Cathedral", berpusat pada cinta diri dan memperlakukan tubuhnya sendiri seperti kuli.[5]
Perilisan dan promosi
Pada 6 Maret 2024, sebuah video berjudul "Kesha is waiting for you" diunggah dir YouTube miliknya yang berisi cuplikan lagu baru.[23] Pada tahun 2024, Kesha mengadakan TED Talk pertamanya, berbicara tentnag penulisan lagu dan bagaimana hal itu memengaruhi hidupnya. Di sana, ia memperkenalkan lagu penutup albumnya, "Cathedral".[24] Pada 19 Maret 2025, semua sampul album Kesha diubah untuk memiliki lingkaran merah muda besar yang menutuoubya di platform streaming.[25] Judul album, yang diberi gaya dengan tanda baca, sampul, dan daftar lagu diluncurkan pada 27 Maret 2025, hari yang sama saat singlenya "Yippee-Ki-Yay", dirilis.[26] Titik tersebut akhirnya menjadi logo album dan akan dirilis pada 4 Juli 2025, tepat setahun setelah single utamanya dirilis. Album ini tersedia dalam enam varian piringan hitam.[27][28][29]
Untuk mempromosikan album ini, ia memulai Tits Out Tour, bersama kelompok musik pop-rock, Scissor Sisters, pada 1 Juli 2025. Slayyyter dan Rose Gray akan menjadi pembuka acara.[7]
Single
Pada 29 Juni 2024, Kesha mengumumkan single utama, "Joyride", yang dirilis pada 4 Juli 2024. Ini menandai perilisan pertamanya setelah berpisah dengan Kemosabe dan RCA Records.[30] "Joyride" menjadi lagu pertamanya yang sejak masuk tangga lagu UK Singles Chart sejak tahun 2017, sementara juga mencapai sepuluh besar di tiga tangga lagu komponen di Amerika Serikat, dan telah mengumpulkan lebih dari 100 juta streaming di Spotify.[31] Lagu tersebut berdampak pada radio hit kontemporer pada 30 Agustus 2024.[32] Sebuah video musik dirilis pada 20 November, mengambil inspirasi dari serial film Kill Bill.[33][34]
Pada 29 November 2024, ia merilis single kedua dari album "Delusional".[35][36] Pengunaan kecerdasan buatan generatif untuk sampul single tersebut dikritik; tetapi pada tahun 2025, sampul tersebut diperbarui.[37][38] Pada 24 Maret 2025, Kesha mengumumkan single ketiga, "Yippee-Ki-Yay", sebuah lagu country pop, dirilis pada 27 Maret Tidak seperti versi album, versi single dari lagu tersebut menampilkan T-Pain.[39][40] Lagu tersebut dirilis dengan prapemesanan album. Lagu tersebut memengaruhi stasiun radio Amerika Serikat pada 16 April 2025.[41] "Boy Crazy" dirilis sebagai single keempat pada 16 Mei 2025;[42] dua hari sebelum perilisan, Kesha mengunggah lagu tersebut di Vault miliknya, sebuah situs tempat artis dapat terhubung dengan penggemar dan mengunggah demo, obrolan grup.[43] Sebuah video musik dirilis pada 17 Juni 2025, yang berisi referensi ke Perjamuan Terakhir.[44]
Kesha, Slayyyter dan Rose Gray merilis single kolaborasi mereka "Attention!" pada 20 Juni Meskipun "Attention!" tidak muncul di daftar lagu asli untuk Period, kehadirannya dalam kampanye Kesha ditandai dengan motif periode merah muda yang khas, yang menunjukkan bahwa itu mungkin merupakan lagu bonus.[45] Pada 25 Juni, "The One" diumumkan akan dirilis sebagai single kelima pada 27 Juni.[46]
Menurut ulasan aggregator Metacritic, Period mendapat "ulasan yang umumnya positif" berdasarkan skor rata-rata tertimbang sebesar 73 dari 100 dari enam skor kritikus.[48] Sebelum album dirilis, Maura Johnston dari Rolling Stone memberi album ini empat dari lima bintang.[10] Ben Devlin dari musicOMH membandingkan album ini dengan Mayhem (2025) milik Lady Gaga dan menyebutnya sebagai "musik pop milenial yang ditingkatkan secara maksimal".[52]
Daftar lagu
Daftar lagu diapatasi dari Apple Music.[54] Durasi lagu diadaptasi dari Tidal.[55]