Ukiran pada sisi tebing yang menandakan salah satu situs Chibi yang diterima luas, dekat Kota Chibi saat ini, Hubei. Ukiran ini sedikitnya berusia seribu tahun.
Tanggal
Musim dingin 208 SM (Belahan Bumi Utara)
Lokasi
Dekat Sungai Yangtze, Tiongkok. Lokasi yang tepat diperdebatkan. Disebut sebagai Chibi (Tebing Merah), di tepi selatan Sungai Yangtze.
Hasil
Kemenangan mutlak Sun Quan dan Liu Bei
Perubahan wilayah
Cao Cao gagal menaklukkan negeri selatan dari Sungai Yangtze
Pertempuran ini adalah salah satu pertempuran di mana pihak yang lemah menang lewat strategi atas pihak yang kuat. Berlokasi di Chang Jiang, menjadikannya sebagai pertempuran pertama yang menjadikan Sungai Panjang sebagai wilayah militer strategis bersama dengan Sungai Kuning di utara.
Pertempuran ini lebih jauh juga merupakan pertempuran yang menjadikan Tiongkok terbagi atas 3 kekuatan yang relatif berimbang yang menjadi bibit terpecahnya Dinasti Han menjadi 3 negara.
Dalam pertempuran ini, jenderal-jenderal yang berperan penting adalah:
Kemenangan koalisi Sun Quan dan Liu Bei pada dasarnya dikarenakan pertempuran Chibi berlangsung di atas air dan pasukan Cao Cao tidak ahli bertempur di atas air dan serangan api oleh Huang Gai yang Sebelumnya pura pura Membelot ke Cao Wei Dan setelah mendapat angin tenggara dari Zhuge Liang.
Analisis
Serangkaian kesalahan strategis Cao Cao dan kemujuran tipu musilat dari Huang Gai menghasilkan kemenangan bagi pihak sekutu Sun-Liu di Pertempuran Chibi. Zhou Yu menganalisa bahwa pasukan Cao Cao kebanyakan terdiri dari infanteri dan kavaleri dari utara, dan hanya sedikit yang pernah merasakan pertempuran laut. Cao Cao juga tidak menerima dukungan pesat dari rakyat Provinsi Jing, jadi tidak memiliki markas depan untuk melakukan operasi militer.[2] Zhou Yu menyebut dua kesalahan Cao Cao lainnya, yakni mengabaikan keamanan wilayahnya karena meremehkan Ma Teng dan Han Sui, dan Cao Cao memutuskan untuk menyerang saat musim dingin dimana kuda perangnya kekurangan pangan. Zhuge Liang menambahkan bahwa pasukan Cao Cao sudah kelelahan setelah mengejar Liu Bei sebanyak 300 li maka pasukannya tidak siap tempur.[3] Terlepas dari kecerdasan strategis yang telah ditunjukkan Cao Cao dalam kampanye dan pertempuran sebelumnya, ia hanya berasumsi dalam kasus ini bahwa keunggulan jumlah akan akhirnya mengalahkan angkatan laut Sun dan Liu. Kesalahan taktis pertama Cao adalah mengubah pasukan infanteri dan kavaleri besarnya menjadi korps marinir dan angkatan laut. Dengan hanya beberapa hari latihan sebelum pertempuran, pasukan Cao Cao melemah karena mabuk laut dan kurangnya pengalaman di perairan. Penyakit tropis yang sebagian besar kebal terhadap penduduk selatan juga merajalela di kamp Cao Cao. Meskipun jumlahnya banyak, pasukan Cao Cao sudah kelelahan karena lingkungan yang asing dan kampanye selatan yang panjang, seperti yang diamati Zhuge Liang: "Bahkan anak panah yang kuat di akhir penerbangannya tidak dapat menembus kain sutra."[4]
Jia Xu, seorang penasihat utama Cao Cao, telah merekomendasikan setelah penyerahan Liu Cong agar pasukan yang kelelahan diberi waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri sebelum menghadapi pasukan Sun Quan dan Liu Bei, tetapi Cao Cao mengabaikan saran tersebut.[2] Pemikiran Cao Cao sendiri mengenai kegagalannya di Tebing Merah menunjukkan bahwa ia menganggap tindakan dan kesialannya sendiri sebagai penyebab kekalahan tersebut, bukan strategi yang digunakan musuhnya selama pertempuran: "Hanya karena sakitlah aku membakar kapal-kapalku dan mundur. Tidak masuk akal jika Zhou Yu mengambil pujian untuk dirinya sendiri."[5]
Epidemi
Catatan sejarah resmi Cao Wei menuliskan bahwa kekalahan di Pertempuran Chibi lebih difaktorkan terhadap epidemi penyakit.[6] Penyakit yang diderita pasukan Cao Cao memang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan Pertempuran Tebing Merah, namun terdapat berbagai spekulasi di kalangan akademisi mengenai jenis-jenis epidemi yang lazim terjadi.[7][8]
Li Yousong dkk. meyakini bahwa alasan utama kekalahan Cao Cao adalah skistosomiasis akut, karena lokasi dan waktu wabah tersebut sesuai dengan pola epidemi skistosomiasis. Skistosomiasis membutuhkan waktu sekitar 40 hari dari infeksi hingga timbulnya gejala. Pasukan Cao Cao yang berbaris ke selatan menuju Jingzhou terinfeksi sebelum Pertempuran Tebing Merah dan mengembangkan gejala selama pertempuran, sementara pasukan Sun Quan tinggal di daerah epidemi dan para prajuritnya kebal terhadap penyakit tersebut.[7][9]
Spekulasi lain mengenai epidemi yang dihadapi oleh pasukan Cao Cao adalah tifus,[10] malaria,[7] atau pes.[11] Saat pertempuran, dilaporkan bahwa daerah Chibi, Baqiu, Hefei, Komanderi Nan, dan wilayah sekitar terdampak akibat epidemi ini.[12]