Perang Salib Iberia adalah perang yang dipromosikan kepausan, bagian dari Reconquista, berjuang melawan negeri-negeri muslim di Semenanjung Iberia dalam Gerakan Perang Salib dari 1095 sampai 1492. Penaklukan semenanjung tersebut oleh Muslim dirampungkan pada awal abad ke-8, saat Kerajaan Visigothik jatuh, menyisakan kerajaan kecil Asturias di barat laut. Dari abad ke-9, perluasan ke selatan melawan al-Andalus (Spanyol Muslim) dicatat dalam babad-abad lokal sebagai perang pemulihan yang dikaruniai ilahi. Perluasan tersebut, bersama dengan pergerakan Franka, memberikan kebangkitan terhadap kerajaan-kerajaan Kristen—Navarre, León, Aragon, Kastilia, Portugal, dan Barcelona—di utara. Setelah al-Andalus terpecah menjadi taifa (negara-negara kecil) pada 1031, kerajaan-kerajaan Kristen mengeksploitasi ketidaksatuan Muslim untuk perluasan lanjutan. Dari 1060an, kepausan terkadang mendukung kampanye melawan al-Andalus dengan memberikan wejangan spiritual kepada para partisipan.
Kala Reconquista berlangsung, para penguasa taifa meminta bantuan dari fundamentalis Almoravid dari Afrika Utara, yang menghambat perluasan kristen. Tak lama setelah memproklamasikan Perang Salib Pertama untuk pembebasan Tanah Suci dalam Konsili Clermont pada 1095, Paus Urbanus II meluaskan hak spiritual yang sama—penebusan dosa—kepada para penguasa Iberia yang angkat senjata melawan bangsa Moor (Muslim Iberia). Petrus I dari Aragon menjadi penguasa pertama, pada 1100, yang memenuhi kaul Perang Salib di semenanjung tersebut, dan percontohannya kemudian diikuti oleh pihak lainnya. Memimpin pasukan Perang Salib, Alfonso I dari Aragon merebut Zaragoza (1118), Afonso I dari Portugal merebut Lisbon (1147), dan Ramon Berenguer IV dari Barcelona merebut Tortosa (1148). Pergerakan Kristen yang baru memicu campur tangan Afrika Utara lainnya, kali ini oleh Almohad, yang hanya dapat secara temporer menghambat ekspansi Kristen. Terkadang, sekutu Kristen Moor, seperti Alfonso IX dari León juga ditarget oleh kampanye Perang Salib. Setelah pasukan salib memberikan kekalahan mutlak terhadap Almohad dalam Pertempuran Las Navas de Tolosa pada 1212, Reconquista menerima momentum baru. Penganugerahan kepausan terhadap indulgensi Perang Salib kemudian mendukung James I dari Aragon dalam penaklukan Mallorca (1231) dan Valencia (1238), dan Ferdinand III dari Kastilia dalam penaklukan Córdoba (1236) dan Sevilla (1248), mengikis al-Andalus menjadi Keamiran Granada pada 1262.