Pada musim panas tahun 376, banyak sekali orang Goth yang tiba di kawasan perbatasan Romawi di Sungai Donau dan meminta suaka karena mereka terancam oleh bangsa Hun.[3] Terdapat dua kelompok: Goth Therving yang dipimpin oleh Fritigern dan Alavivus, dan Goth Greuthungi yang dikepalai oleh Alatheus dan Saphrax.[4]Eunapius memperkirakan jumlah mereka sebesar 200.000 (termasuk warga), tetapi Peter Heather menduga bahwa jumlah Goth Therving hanya 10.000 prajurit dan 50.000 warga, dan jumlah Goth Greuthungi kurang lebih sama.[5] Kaisar Valens menerima mereka karena ia merasa bahwa orang-orang Goth dapat menjadi tentara yang murah.[6] Namun, akibat banyaknya jumlah orang di suatu kawasan yang kecil, terjadi kekurangan makanan, dan orang-orang Goth Therving mulai mengalami kelaparan.[7] Logistik Romawi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang ini, sehingga orang-orang Goth Therving mulai membangkang.[8]
Cameron, A.; Garnsey, P. (1998). The Cambridge Ancient History. Vol.13. London: Cambridge University Press. ISBN978-1-139-05440-9.
Gibbon, Edward (1776). The History Of The Decline & Fall Of The Roman Empire. New York: Penguin. ISBN978-0-14-043393-7.
Heather, P.; Moncur, D. (2001). Politics, Philosophy and Empire in the Fourth Century: Select Orations of Themistius. Translated Texts for Historians. Vol.36. Liverpool: Liverpool University Press. ISBN978-1-84631-382-0.
Lee, A. D. (2007). War in Late Antiquity: A Social History. Ancient World at War. Oxford: Blackwell. ISBN978-0-631-22925-4.
Williams, S.; Friell, J. G. P. (1998) [1994]. Theodosius: The Empire at Bay. Roman Imperial Biographies. New York: Yale University Press. ISBN978-0-300-07447-5.