Gencatan senjata yang tidak tenang. Maklumat Nantes memberikan hak-hak untuk Huguenot dalam beberapa hal; Paris dan beberapa wilayah lain dinyatakan sebagai wilayah Katolik secara permanen. Musuh-musuh Prancis tidak berhasil melemahkan Prancis atau merebut wilayahnya.
Diperkirakan 2.000.000 hingga 4.000.000 orang tewas akibat perang, kelaparan, dan penyakit.[2] Saat konflik berakhir pada tahun 1598, Maklumat Nantes memberikan berbagai hak dan kebebasan untuk Huguenot, walaupun maklumat ini tidak mengakhiri permusuhan antara Katolik dengan Protestan. Perang ini melemahkan otoritas monarki, walaupun nantinya Raja Henri IV berhasil memperkuatnya kembali.
Periodisasi
Sejarawan hingga kini masih memperdebatkan banyaknya perang yang terjadi, penanggalannya, dan juga lama berlangsungnya perang. Beberapa sejarawan meyakini bahwa Maklumat Nantes pada tanggal 13 April 1598 dan Perdamaian Vervins pada tanggal 2 Mei 1598 mengakhiri peperangan ini,[3] walaupun pemberontakan Huguenot masih berlanjut sehingga menurut sejarawan lain menilai Perdamaian Alais pada tahun 1629 merupakan akhir dari peperangan.[4] Kendati demikian, sejarawan pada umumnya setuju bahwa perang agama ini dimulai dari Pembantaian Vassy pada tahun 1562 dan diakhiri oleh Maklumat Nantes pada tahun 1562.[2]